Anak Buah Luhut Ingatkan Jangan Coba-Coba Timbun Oksigen!

News - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
04 July 2021 19:45
Pekerja menata tabung oksigen di tempat pengisian oksigen PT Aneka Gas Industri, Cakung, Jakarta Timur, Rabu (30/6/2021). Pemprov DKI Jakarta mengerahkan kendaraan dari berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) atau kedinasan di DKI Jakarta untuk membantu mendistribusikan oksigen ke berbagai Rumah Sakit rujukan Covid-19.  Hal tersebut dilakukan untuk mempercepat sirkulasi tabung oksigen yang sempat mengalami kelangkaan beberapa hari lalu. Pantauan CNBC Indonesia beberapa truk dari perangkat daerah seperti Dishub DKI hingga SDA ikut mengantri mengambil oksigen. Antrian pengisian dilokasi tersebut juga memakan waktu lama. Salah satu sopir truk mengaku ia mengantri dari jam 7 pagi hingga pukul 15.30 belum juga bisa diangkut. Karena antrian truk yang begitu ramai. Tempat pengisian Oksigen ini melayani hingga 24 jam.  (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki) Foto: Pengisian Tabung Oksigen Medical (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Masyarakat belakangan ini kesulitan mendapatkan tabung dan gas oksigen untuk keperluanĀ medis di beberapa wilayah di Indonesia akibat melonjaknya kasus virus Corona.

Namun, pemerintah akan mengupayakan ketersediaan oksigen tetap terpenuhi baik melalui impor atau dari pasokan di industri lokal. Pemerintah akan menindak bila ada penimbunan.

Hal ini ditegaskan oleh pihak Ketua Koordinator PPKM Darurat Menko Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan melalui Jubir Menko Kemaritiman dan Investasi (Marves) Jodi Mahardi.

"Ketersediaan oksigen terbatas, pemerintah akan mengusahakan dan mencari jumlah oksigen, di industri lokal maupun impor. Keselamatan rakyat menjadi yang utama," kata Jodi, dalam keterangan pers, Minggu (4/7/2021).

Oleh sebab itu, dia meminta, agar distributor oksigen tidak memanfaatkan kesempatan ini untuk kepentingan pribadi dengan menimbun gas oksigen sehingga menyebabkan kelangkaan di pasaran. Bila pelaku ada yang melanggar, kata Jodi, maka akan ada hukuman yang tegas.

"Jangan menimbun oksigen. Kita prioritaskan untuk masyarakat," bebernya.

Seperti diketahui, kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia menyebabkan terjadinya lonjakan permintaan gas oksigen untuk keperluas medis pasien Covid-19.

Peningkatan kebutuhan tabung oksigen terjadi karena rumah sakit menambah fasilitas ruang perawatan dalam penanganan Covid - 19, baik dalam bentuk bangsal maupun tenda.

Pedagang isi ulang oksigen mengaku ada lonjakan permintaan sejak naiknya melonjaknya pasien Covid - 19. Seperti yang dialami Lenny pemilik kios isi ulang oksigen di Jalan Raya Bogor, KM 49 RT 2/V No.90, Cimandala Kecamatan Sukaraja, Bogor, Jawa Barat.

"Memang ada lonjakan terjadi karena dari pusatnya kita yang kios isian kecil dibatasin Cuma 10 tabung, jadi terbatas. Dari agen bilang kita dijatah karena terbatas," jelasnya kepada CNBC Indonesia, Rabu (30/6/2021).


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kok Makin Ngeri Ya! Ramai-Ramai Orang Borong Tabung Oksigen


(hoi/hoi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading