Varian Omicron Kian Gawat, Akankah Tabung Oksigen Langka?

News - Khoirul Anam, CNBC Indonesia
23 January 2022 20:30
Penjual tabung oksigen (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kasus Covid-19 varian Omicron di wilayah DKI Jakarta dilaporkan menyentuh 1.313 kasus, per Sabtu (22/01/2022). Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, sebanyak 854 pasien yang terpapar merupakan pelaku perjalanan luar negeri, sementara 459 lainnya adalah transmisi lokal.

"Kasus positif baru berdasarkan hasil tes PCR hari ini (Sabtu, 22 Januari 2022) bertambah 1.825 orang, sehingga total 877.568 kasus, yang mana 1.528 di antaranya 83,7% juga merupakan transmisi lokal," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Pemprov DKI Jakarta Dwi Oktavia dalam keterangan resmi, dikutip Minggu pagi (23/1/2022).

Kemarin, Sabtu (22/01/2022), Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengumumkan ada tambahan 3.205 kasus baru di Indonesia. Dari angka tersebut, sebanyak 1.825 kasus disumbang oleh DKI Jakarta.


Wilayah yang dipimpin Anies Baswedan itu menyumbang kasus baru yang tinggi dibandingkan wilayah lainnya. Tambahan 1.825 kasus baru kemarin lebih tinggi dibandingkan Jumat kemarin yakni 1.484 kasus. Dwi juga mengungkapkan, jumlah kasus aktif di ibu kota bertambah 1.364 kasus menjadi 7.840 kasus, di mana 75,1% adalah transmisi lokal.

Pada hari ini, Minggu (23/01/2022) hingga pukul 12 WIB, Satgas Covid-19 RI melaporkan bahwa tambahan kasus positif Covid-19 harian di DKI Jakarta mencapai 1.739 kasus atau sekitar 59% dari total tambahan kasus Covid-19 harian nasional yang tercatat sebesar 2.925 kasus. DKI Jakarta pun pada hari Minggu ini masih menjadi provinsi dengan daerah terbanyak menyumbang kasus positif Covid-19.

Melonjaknya kasus Covid-19 varian Omicron ini mengingatkan masyarakat akan fenomena kelangkaan oksigen ketika terjadi gelombang kasus Covid-19 varian Delta pada 2021 lalu.

Lantas, apakah lonjakan permintaan tabung Oksigen kali ini mulai terjadi lagi?

Beberapa waktu yang lalu tim CNBC Indonesia melakukan penelusuran terhadap beberapa penjual oksigen. Salah satu penjual oksigen di Pasar Rebo Jakarta Timur, Rizky Julian mengungkapkan bahwa saat ini masyarakat belum banyak yang memburu tabung gas oksigen. Menurut dia, fenomena gas oksigen yang terjadi pada Juni-Agustus 2021 lalu tampaknya tak terjadi kali ini.

"Saat itu kenaikan drastis, hilangnya drastis gitu saja. Padahal saat itu (Juni-Agustus 2021) kasus lagi tinggi-tingginya. Seminggu setelah itu hilang kayak nggak ada Covid," katanya kepada CNBC Indonesia.

Ia mengatakan, momen tingginya permintaan tabung kala itu dinilai hanya sesaat. Setelah kasus Covid-19 menurun, permintaan pun jatuh.

Namun, ia memastikan stok gas oksigen saat ini berlimpah dan siap jika memang ada kondisi terburuk seperti potensi gelombang Covid-19 selanjutnya.

"Antisipasi buat stok ada aja. Ada buat back up (gelombang 3). Mudah-mudahan nggak ada gelombang Covid-19 lagi, sebisa yang kita bisa," sebut Rizky.

Mengenai harga, banyak yang mengambil untung secara signifikan ketika kasus sedang tinggi-tingginya dengan kenaikan sampai dua kali lipat. Namun, Rizky menyebut ia hanya menaikkan harga Rp 5 ribu per kubik karena memang ada kenaikan dari distributor.

"Harga normal, enggak kayak kemarin waktu langka. Satu kubik standar kaya kemarin-kemarin, saya pas pandemi nggak pernah naikkan kayak per kubik Rp 30 ribu aja, sebelum pandemi aja 25 ribu tapi nggak saya naikkan," ujarnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Gawat! Omicron Mulai 'Kuasai' DKI Jakarta, Makin Banyak


(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading