Adaro Gandeng Perusahaan Australia Garap Green Ammonia

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
01 July 2021 18:18
FILE PHOTO: The logo of PT Adaro Energy as seen at PT Adaro Energy headquarters in Jakarta, Indonesia, October 20, 2017. REUTERS/Beawiharta/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Adaro Energy Tbk sudah melakukan joint statement dengan perusahaan energi Australia, Fortescue Metals Group soal dukungan terhadap sektor energi baru terbarukan (EBT), khususnya pada pengembangan green ammonia yang nantinya dikembangkan untuk bahan bakar kendaraan alat berat.

Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Septian Hario Seto mengatakan, fokus rencana tersebut yakni untuk menurunkan emisi gas karbon. Green ammonia ini nantinya akan digunakan sebagai bahan bakar pada kendaraan alat berat, truk hingga kapal.

"Kita lihat ke depan tren EV untuk truk, kapal, hingga alat berat bukan memakai baterai lithium, tapi menggunakan green ammonia," kata Seto dalam program Energy Corner CNBC Indonesia, Kamis (1/7/2021).


"Seperti yang disampaikan oleh salah satu perusahaan pihak Korea Selatan, penggunaan green ammonia ini bisa mengganti bahan bakar minyak untuk proses produksi, industri atau untuk alat pengangkutan dengan skala besar dan jarak jauh," jelasnya.

Nantinya green ammonia itu yang akan menjadi tenaga alat berat, truk, hingga kapal menggantikan bahan bakar minyak saat ini.

Proses mendapatkan amonia sendiri berasal dari hilirisasi produk gas dan minyak. Diakui, memang saat ini untuk mendapatkan amonia dengan teknologi yang ada juga masih mengeluarkan emisi gas karbon.

"Makanya kenapa kita bilang green ammonia, karena ini akan diproduksi dengan teknologi rendah emisi karbon mendekati 0, amonia," ujarnya.

Menurut Seto, hal ini juga sejalan dengan agenda pemerintah mempercepat target emisi nol karbon pada 2060 mendatang, atau lebih cepat tergantung pada ketersediaan dukungan internasional baik dari hal keuangan maupun transfer teknologi.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Pajak Karbon Banyak di Negara Maju, RI Jangan Tergesa-gesa


(wia)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading