India Turunkan Bea Masuk, Harga CPO Melonjak Hampir 3%!

News - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
30 June 2021 11:15
Panen tandan buah segar kelapa sawit di kebun Cimulang, Candali, Bogor, Jawa Barat. Kamis (13/9). Kebun Kelapa Sawit di Kawasan ini memiliki luas 1013 hektare dari Puluhan Blok perkebunan. Setiap harinya dari pagi hingga siang para pekerja panen tandan dari satu blok perkebunan. Siang hari Puluhan ton kelapa sawit ini diangkut dipabrik dikawasan Cimulang. Menurut data Kementeria Pertanian, secara nasional terdapat 14,03 juta hektare lahan sawit di Indonesia, dengan luasan sawit rakyat 5,61 juta hektare. Minyak kelapa sawit (CPO) masih menjadi komoditas ekspor terbesar Indonesia dengan volume ekspor 2017 sebesar 33,52 juta ton.

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak sawit mentah (CPO) melonjak tajam hari ini. Maklum, harga komoditas tersebut sudah anjlok lumayan dalam.

Pada Rabu (30/6/2021) pukul 10:00 WIB, harga CPO di Bursa Malaysia berada di MYR 3.648/ton. Melonjak 2,67% dari hari sebelumnya.

Kenaikan ini adalah oasis di tengah tren koreksi harga CPO. Ya, walau hari ini melesat tetapi dalam sebulan ke belakang harga masih ambles 6,92%.


Kabar pendongkrak harga CPO datang dari India. Pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi mengumumkan penurunan bea masuk CPO dari 15% menjadi 10%. Kebijakan ini kan berlaku dari 30 Juni hingga 30 September 2021.

Dengan pemotongan ini, maka impor CPO total jenderal kena pajak 30,25%. Sebelumnya, pajak yang dikenakan terhadap CPO bisa sampai 35,75%.

Penurunan bea masuk ini akan membuat impor semakin murah. Dengan begitu, dunia usaha di Negeri Bollywood punya insentif untuk mengimpor lebih banyak.

India adalah salah satu konsumen CPO terbesar dunia. Tahun ini, Kementerian Pertanian Amerika Serikat (AS) memperkirakan konsumsi CPO India mencapai 8,55 juta ton. Terbanyak kedua setelah Indonesia.

TIM RISET CNBC INDONESIA


(aji/aji)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading