Sempat Ramai, Berapa Limit Kartu Kredit di Pertamina?

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
28 June 2021 13:20
Pertamina Group Buka Lowongan BPS 2021 Lulusan Baru

Jakarta, CNBC Indonesia - Belum lama ini publik dihebohkan dengan pernyataan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang mengungkapkan bahwa dirinya menerima fasilitas kartu kredit korporat dengan limit hingga Rp 30 miliar.

Ahok pun akhirnya membuat kebijakan penghapusan fasilitas kartu kredit korporat di PT Pertamina (Persero) dan menurutnya penghapusan fasilitas kartu kredit korporat ini berlaku sehari setelah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Pertamina, tepatnya per Selasa, 15 Juni 2021.

Pengakuan Ahok tersebut juga membuat terkejut sejumlah pihak, termasuk mantan Direktur Utama Pertamina, mantan Komisaris Utama Pertamina, hingga Mantan Menteri BUMN.


Mulai dari Ari Soemarno (Dirut Pertamina 2006-2009), Tanri Abeng (Komut Pertamina 2015-2019), dan Dahlan Iskan (Menteri BUMN 2011-2014) semuanya mengaku terkejut dengan nilai limit kartu kredit tersebut.

Kepada CNBC Indonesia, Ari menyebut bahwa limit kartu kredit korporat Pertamina saat dirinya menjabat sebagai Direktur Utama yakni tertinggi mencapai Rp 500 juta untuk level direksi dan komisaris.

"Waktu aku Dirut untuk pertama kali diputuskan untuk beri Corp. Credit Card (CCC) dari level Manager sampai ke level Direksi dan Komisaris. Limitnya tergantung posisinya, tertinggi adalah dieksi dan komisaris yaitu Rp 500 juta," bebernya kepada CNBC Indonesia, Jumat (25/06/2021).

Belum lepas dari keterkejutan itu, kini CNBC Indonesia menerima informasi bahwa limit kartu kredit korporat PT Pertamina (Persero) secara holding bahkan menembus hingga Rp 420 miliar.

Dari dokumen yang diperoleh CNBC Indonesia, terlihat memang catatan "super group credit limit". Limit yang tertulis Rp 420 miliar ini merupakan limit grup. "Itu untuk Persero, di luar direksi dan belum termasuk dewan komisaris dan anak cucu perusahaan," ujar sumber CNBC Indonesia sambil memperlihatkan dokumennya, Senin (28/06/2021).

CNBC Indonesia telah mencoba mengonfirmasikannya kepada juru bicara Pertamina, namun belum ada respons.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading