Kemenkes Kaji Sinovac dan Pfizer Untuk Vaksin Covid-19 Remaja

News - Rahajeng KH, CNBC Indonesia
25 June 2021 16:46
Vaksinasi di Stasiun Bogor, Kamis (17/6/2021). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah sedang gencar melakukan vaksinasi Covid-19 demi mempercepat program vaksinasi nasional sehingga kekebalan kelompok bisa segera tercapai. Saat ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pun sedang mengkaji pemberian vaksin Covid-19 kepada remaja yang berusia di bawah 18 tahun.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan ada dua vaksin yang kemungkinan bisa dipakai yakni Sinovac untuk usia 3-17 dan Pfizer untuk usia 13-17. Dia mengatakan dari kajian yang ada saat ini menunjukkan bahwa remaja berusia di bawah 18 tahun jika terkena Covid-19 termasuk gejala ringan. Selain itu 99% dari mereka yang sakit untuk kelompok usia di bawah 18 tahun biasanya dapat sembuh, dibandingkan yang sudah berusia di atas 18 tahun.

"Kami mengkaji vaksin mana yang bisa dipakai oleh usia muda. Keduanya Sinovac dan Pfizer telah memiliki EUA, kami sudah bicara dengan ITAGI karena harus bicara pada ahlinya untuk memberikan vaksi ini kepada remaja," kata Budi Gunadi saat konferensi pers virtual, Jumat (25/06/2021).


Kemenkes juga sedang melakukan studi dengan melihat perbandingan negara lain seperti di kawasan Asia, Eropa, Amerika mengenai treatment vaksin di bawah 18 tahun. Kajian ini diharapkan bisa menghasilkan keputusan yang komprehensif.

Dalam kesempatan yang sama dia mengatakan kasus Covid-19 yang terjadi sudah mencapai titik tertinggi yakni 20.000 kasus. Antisipasi pemerintah bakal terus digeber demi menangani pasien.

"Situasi saat ini sudah mencapai titik tinggi. (Kasusnya) 20.000 per hari. Kita memahami situasi ini dan memonitor yang terjadi agar segera melakukan langkah-langkah untuk mengatasi segera dilakukan intervensi," kata dia.

Menurut Budi, ketersediaan tempat tidur khususnya di DKI bakal terus ditingkatkan. Kemenkes koordinasi erat dengan Pemprov DKI, BNPB hingga Polri.

"Agar jumlah tempat tidur yang ada cukup dan mengikuti jumlah kasus yang masuk," katanya.

"Dalam seminggu terakhir kita sudah mengambil keputusan yakni mengkonversikan 3 RS besar, yakni RS Fatmwati, RS Sulianti Saroso, dan RS Persahbatan jadi 100% untuk RS Covid-19."

Ada ratusan tempat tidur baru dan lengkap dengan dokter dan perawatnya. Budi berharap konversi tersebut bisa segera selesai dan tempat tidurnya seluruhnya dapat bertambah.


[Gambas:Video CNBC]

(rah/rah)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading