Bupati Mathius Beberkan Prospek Cerah Investasi di Jayapura

News - Muhammad Iqbal, CNBC Indonesia
24 June 2021 14:45
Bupati Jayapura, Matius Awoitauw (CNBC Indonesia)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bupati Jayapura Mathius Awoitauw mengungkapkan sederet prospek investasi di Kabupaten Jayapura, Papua. Hal itu diungkapkan Mathius dalam wawancara khusus dengan CNBC Indonesia di Jakarta, Selasa (22/6/2021).

Menurut dia, prospek investasi hari ini tak lepas dari langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerbitkan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2020 Tentang Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat. Beleid itu menetapkan Merauke dan Jayapura sebagai kawasan strategis nasional.

"Kabupaten Jayapura punya bandara, Sentani. Kita punya pelabuhan, Depapre, yang sekarang tol laut. Kita punya Jalan Trans Papua yang menghubungkan sejumlah kabupaten di pedalaman dengan pelabuhan. Nah ini aset-aset penting untuk bisa konektivitas terjadi di sana untuk distribusi barang dan jasa," kata Mathius.

Menurut dia, semua itu menjadi modal untuk memaksimalkan potensi sumber daya alam (SDA). Tidak hanya tambang dan energi, melainkan juga perkebunan (sagu, kelapa sawit, dan kakao) hingga kehutanan.

"Ini kan kita ada rencana, ada kehutanan, ada perkebunan, ada tambang, nah ini bisa dikelola satu kawasan industri di situ supaya menekan harga. Kalau misalnya kelapa sawit bisa diproses menjadi produk-produk lain untuk memenuhi pangan di masyarakat, harga bisa ditekan," ujar Mathius.

"Sekarang Papua ini mahal karena ada industri. Saya pikir ini salah satu yang harus kita perjuangkan. Potensi kita ada, tinggal kemauan politik saja. Adanya kawasan strategis nasional, fasilitas yang tersedia tadi untuk distribusi, ini bisa dipercepat menekan disparitas harga. Omong kosong kalau kita tidak memproduksi sesuatu untuk pangan masyarakat. Dan kita coba usahakan di situ," lanjutnya.



Pria kelahiran Sentani Timur itu pun bilang kalau kunci investasi berada di sektor energi. Ada potensi besar berupa aliran sungai Mamberamo Raya.

"Kan masa depan dunia itu ada di bidang energi, pangan, air. Jadi kita sudah harus mulai berani buat investasi di situ dan ini ada akses langsung ke Pasifik, Indonesia Timur. Kalau ini sudah ada, industri-industri lain pasti akan masuk. Baja dan lain-lain, tapi ini dulu," kata Mathius.

Lebih lanjut, dia mengapresiasi langkah cepat Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia. Bahlil, menurut Mathius, memahami persoalan lantaran dibesarkan menjadi pengusaha di Kabupaten Jayapura.

"Beliau pun menjanjikan akan menyiapkan tim untuk turun langsung. Jadi kita tidak menggantungkan diri pembangunan Papua ke depan itu dengan dana otonomi khusus (otsus). Dana otsus itu kan sebentar saja, tapi kita berani untuk sumber daya alam yang ada di sana benar-benar kita manfaatkan. Dan kalau ada investasi masuk harus kerja sama dengan masyarakat yang punya tanah dan sumber daya itu," ujarnya.



[Gambas:Video CNBC]

(miq/dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading