Internasional

China Murka, G7 Disebut Ambil Untung & Manipulatif

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
14 June 2021 16:40
In this photo released by Xinhua News Agency, recovery crew members film the capsule of the Chang'e 5 probe after its successful landed in Siziwang district, north China's Inner Mongolia Autonomous Region on Thursday, Dec. 17, 2020. A Chinese lunar capsule returned to Earth on Thursday with the first fresh samples of rock and debris from the moon in more than 40 years. (Ren Junchuan/Xinhua via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah China pada Senin (14/6/2021) menuding negara-negara yang tergabung dalam kelompok G7 melakukan "manipulasi politik". Ini setelah negara kaya mengkritik Beijing atas catatan hak asasi manusia (HAM) di Xinjiang dan Hong Kong dalam forum puncaknya akhir pekan kemarin.

Tanggapan ini secara resmi dirilis oleh Kedutaan Besar China di Inggris, di mana pertemuan tingkat tinggi itu dilakukan. Perwakilan China menyebut pernyataan G7 sangat mengganggu kepentingan domestik.


"Kelompok Tujuh (G7) mengambil keuntungan dari isu-isu terkait Xinjiang untuk terlibat dalam manipulasi politik dan mencampuri urusan dalam negeri China, yang kami tolak dengan tegas," kata juru bicara kedutaan dalam sebuah pernyataan dikutip AFP.

Tak hanya isu Xinjiang dan Hong Kong, kedutaan China di London juga menyebut bahwa penyelidikan mengenai asal-usul Covid-19 juga perlu dicerna dengan cara ilmiah, objektif dan adil. Sebagaimana diketahui, Amerika Serikat (AS) meminta investigasi ulang sebab corona mewabah pertama kali di Wuhan China, akhir 2019.

Ambisi negara G7 termasuk besar karena lewat rencana B3W tersebut ditujukan untuk mereduksi kesenjangan infrastruktur di negara berkembang senilai US$ 40 triliun sampai 2035.

Menurut berbagai sumber, proyek tersebut akan digunakan untuk membantu pembiayaan infrastruktur dan sektor lain seperti perubahan iklim, masalah kesehatan hingga kesetaraan gender.

"Ini bukan masalah untuk melakukan konfrontasi dengan China. Namun sampai saat ini kami belum memberikan tawaran alternatif positif yang menunjukkan nilai serta standard dan cara kami dalam berbisnis" begitu kata pejabat senior Gedung Putih sebagaimana dikutip dari Reuters.

Belum jelas bagaimana alokasi anggaran dan besarannya. Namun yang pasti dari sudut pandang politik internasional, negara-negara G7 sepertinya tidak ingin peran China di dunia internasional semakin terlihat setelah pandemi Covid-19 terjadi.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading