Jadi Tsunami di India, Corona Varian Delta 60% Lebih Menular!

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
11 June 2021 21:17
Ilustrasi Virus Covid-19 (Photo created by wirestock via Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Inggris mengatakan varian baru virus corona Delta yang sebelumnya disebut varian B.1.617.2 menunjukkan 60% lebih mudah menular daripada varian lain yang sempat membuat negara tersebut melakukan lockdown pada Januari lalu.

"Penelitian baru dari Public Health England menunjukkan bahwa varian Delta dikaitkan dengan sekitar 60% peningkatan risiko penularan dibandingkan dengan varian Alpha (B117) yang diidentifikasi di Kent, Inggris tenggara," jelas riset itu dikutip dari AFP pada Jumat (11/6/2021).

Pertama kali muncul di India, varian Delta telah menyebabkan peningkatan kasus infeksi di Inggris. Ini juga memicu pertanyaan tentang pencabutan pembatasan jarak sosial akan sesuai rencana mulai 21 Juni atau tidak.


Di bawah peta jalan pemerintah, Inggris berencana untuk membatalkan aturan tentang jumlah di pertemuan sosial dan mengizinkan pernikahan besar dan pembukaan kembali klub malam mulai 21 Juni.

Sementara varian Kent menyebabkan lonjakan kasus Covid pada Januari. Ini juga yang menyebabkan lockdown selama tiga bulan karena kapasitas banyak rumah sakit membludak.

Sebagai tanggapan akan hal itu, pemerintah meningkatkan upaya vaksinasi publik, dengan memberikan dua dosis vaksin kepada hampir 29 juta orang dewasa dan satu dosis kepada hampir 41 juta orang.

Pemerintah mengatakan ini menyarankan program vaksinasi untuk mengurangi dampak varian Delta, mendesak masyarakat untuk mendapatkan suntikan kedua.

Jenny Harries, kepala eksekutif Badan Keamanan Kesehatan Inggris, mengatakan bahwa "dua dosis memberikan perlindungan yang lebih signifikan" terhadap varian Delta daripada satu dosis.

Kasus harian naik menjadi 7.393 kasus pada Kamis dengan total 4.542.986 kasus infeksi sejauh ini. Menurut para menteri di Inggris, lebih dari 90% kasus baru adalah varian Delta. Sementara ada sebanyak 127.867 kematian akibat virus, korban terburuk di Eropa.

Namun jumlah pasien di rumah sakit tetap rendah, hanya lebih dari 1.000. Menteri Kesehatan Matt Hancock mengatakan sebagian besar pasien rawat inap belum memiliki vaksin.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading