Internasional

Kasus Covid-19 di India Mereda, Beberapa Kota Mulai Dibuka

News - Thea F, CNBC Indonesia
07 June 2021 19:32
Suasana Kashmir India lockdown. (AP/Dar Yasin)

Jakarta, CNBC Indonesia - India kembali membuka beberapa kota besar untuk bisnis pada Senin (7/6/2021). Keputusan ini diambil setelah infeksi baru Covid-19 mencapai level terendah dalam dua bulan terakhir.

Dalam 24 jam terakhir, tercatat 100.636 infeksi baru, jumlah terendah di India sejak 6 April. Padahal bulan lalu kasus infeksi melampaui puncak lebih dari 400.000 orang. Sementara ada 2.427 kematian dengan total 349.186. Kini penghitungan total infeksi mencapai 28,9 juta.

"Kita harus menyelamatkan diri dari infeksi tetapi juga mengembalikan ekonomi ke jalurnya," kata Kepala Menteri Delhi Arvind Kejriwal melalui Twitter, sebagaimana dikutip The Straits Times.

Kejriwal memerintahkan setengah toko di ibu kota untuk buka pada hari ganjil dan genap setiap bulan. Ini dilakukan untuk membatasi keramaian. Ia juga mengizinkan kantor dan jaringan kereta bawah tanah Delhi beroperasi dengan kapasitas 50%.

Namun beberapa pembatasan tetap dipertahankan, seperti larangan makan di restoran dan penggunaan bioskop dan pusat kebugaran.

Sementara pihak berwenang di negara bagian barat Maharashtra, rumah bagi Mumbai, mengizinkan bisnis berjalan hingga sore hari, mempekerjakan setengah dari karyawan mereka, dan membuka pusat kebugaran, salon, dan spa meskipun bioskop dan mall tetap tutup.

Upaya pembukaan kembali terjadi ketika pihak berwenang berjuang untuk memvaksinasi populasi hampir 1,4 miliar. Ini menjadi sebuah strategi, yang menurut para pejabat, adalah satu-satunya cara untuk membatasi gelombang infeksi ketiga.

Tetapi persediaan yang terbatas berarti bahwa kurang dari 5% dari 950 juta orang dewasa India telah menerima dua dosis vaksin wajib.

Tekanan untuk melanjutkan beberapa kegiatan ekonomi meningkat karena jutaan orang bergantung pada upah harian untuk membayar makanan dan sewa.

Pekan lalu, bank sentral memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi menjadi 9,5% dari 10,5% untuk tahun fiskal 2021/22.



[Gambas:Video CNBC]

(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading