Efektif 90% Lawan Covid, Ini 5 Fakta Baru Vaksin mRNA

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
01 June 2021 22:34
A Palestinian medic displays a vial of the Moderna COVID-19 vaccine, at the health ministry, in the West Bank city of Bethlehem, Wednesday, Feb. 3, 2021. The Palestinian Authority has administered its first known coronavirus vaccinations after receiving several thousands of doses of the Moderna vaccine from Israel. The Pfizer-BioNTech and AstraZeneca vaccines will be provided in the coming weeks through COVAX, a World Health Organization program designed to help poor countries acquire vaccines. (AP Photo/Nasser Nasser)

Jakarta, CNBC Indonesia - Vaksin mRNA dari Pfizer/BioNTech dan Moderna diklaim memiliki efektivitas hingga 90% melawan Covid-19. Platform vaksinasi ini mungkin baru bagi publik global, tetapi ini adalah teknologi yang telah dipertaruhkan oleh para peneliti selama beberapa dekade terakhir.

Ketiga perusahaan farmasi ini punya nama besar di industri farmasi. Moderna, Inc. adalah perusahaan bioteknologi yang berbasis di Cambridge, Massachusetts, AS, dengan fokus pada penemuan obat dan pengembangan obat berdasarkan RNA. Sahamnya tercatat di Bursa Nasdaq dengan kode MRNA

Pfizer Inc. ialah perusahaan farmasi asal AS, salah satu farmasi terbesar di dunia dan menempati peringkat ke-57 dalam daftar Fortune 500 tahun 2018. Sahamnya tercatat di Bursa NYSE (Wall Street) dengan kode PFE.


Adapun BioNTech SE adalah perusahaan bioteknologi Jerman yang berbasis di Mainz yang mengembangkan dan memproduksi imunoterapi aktif untuk pengobatan. Sahamnya tercatat di Nasdaq dengan kode perdagangan BNTX.

Berikut 5 fakta vaksin mRNA, dilansir CNN Health, Selasa (1/6/2021).

1. Vaksin

Vaksin mRNA dimulai pada awal 1990-an, ketika peneliti kelahiran Hungaria Katalin Kariko dari University of Pennsylvania mulai menguji teknologi mRNA sebagai bentuk terapi gen. Para peneliti juga telah mempelajari vaksin mRNA untuk melawan Ebola, Zika, rabies, dan cytomegalovirus.

"Selain itu, ada juga potensi dalam menghadapi malaria, tuberkulosis dan virus langka seperti virus nipah," kata seorang ahli penyakit menular di Penn Medicine Dr. Drew Weissman.

Para ahli menilai ada potensi besar dalam teknologi di mRNA ini. Vaksin yang efektif untuk melawan infeksi ini sebelumnya luput dari perhatian para ilmuwan karena berbagai alasan.

2. Kanker

Kegunaan lain yang jelas dari teknologi mRNA adalah untuk melawan kanker. Tubuh manusia melawan kanker setiap hari, dan menggunakan mRNA dapat membantu tubuh pasien melakukannya dengan lebih baik.

"Anda dapat menggunakannya agar tubuh Anda menghasilkan molekul yang bermanfaat," kata ahli biologi struktural Jason McLellan, dari The University of Texas.

Moderna atau perusahaan yang dibentuk khusus untuk mengembangkan teknologi mRNA - sedang mengerjakan vaksin kanker yang dipersonalisasi.

NEXT: Simak fakta lainnya

Simak Fakta-fakta Lainnya
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading