New York Keras! 4000 Orang Bakal Di-PHK Karena Ogah Divaksin

News - Lalu Rahadian, CNBC Indonesia
12 February 2022 11:15
FILE - This March 20, 2020 file photo, shows a screen displaying messages concerning COVID-19, right, in a sparsely populated Times Square in New York. COVID-19 has shaken theater fans and shuttered all New York City's venues, including Broadway, which grossed $1.8 billion last season and attracted a record 15 million people. How Broadway — one the city's jewels — will reopen is still not clear. (AP Photo/John Minchillo, File)

Jakarta, CNBC Indonesia - Orang yang tidak mendapat vaksin bisa terancam kehilangan pekerjaan. Pernyataan itu kini terbukti setelah Pemerintah Kota New York, Amerika Serikat, memutuskan akan memecat seluruh pekerja pemda di sana yang belum divaksin hingga Jumat ( 18/2/2022) waktu setempat.

Sikap New York ini disampaikan langsung Wali Kota Eric Adams . Mengutip Reuters, hingga kini sudah ada kurang dari 4 ribu pekerja di New York yang terkena PHK karena belum divaksin. Angka ini akan diperbarui otoritas New York pekan depan.

Jumlah pekerja pemda yang dipecat tersebut setara 1% dari total pegawai New York. Akan tetapi, jumlah itu merupakan yang terbesar sebagai dampak kebijakan PHK akibat vaksin di AS.


"Kami tidak memecat mereka. Mereka yang berhenti. Saya ingin mereka tetap bekerja di New York, tapi mereka harus mengikuti aturan yang berlaku" kata Adamsdikutip Sabtu (12/2/2022).

Rencana New York memberhentikan pekerjanya terjadi di tengah mulai terkendalinya penyebaran Covid-19 di sana. Mandat vaksin untuk pekerja sektor publik dan swasta di New York telah dikeluarkan sejak masa Wali Kota Bill de Blasio pada Desember 2021.

Menurut Andrew Giuliani, kandidat gubernur dari Partai Republik dan putra mantan Walikota New York City Rudy Giuliani, mandat vaksindi New York patut dikecam. Pendapat ini dia sampaikan dalam sambutannya kepada puluhan demonstran yang menggelar unjuk rasa di luar Balai Kota di Manhattan.

Dalam wawancara dan pernyataan, para pemimpin serikat pekerja melampiaskan kemarahan atas penegakan mandatvaksin di New York.

"Pada puncak hal ini ketika orang-orang sekarat setiap hari, kami harus datang untuk bekerja. Sekarang Anda memberi tahu anggota ini bahwa mereka tidak cukup baik untuk menjadi pekerja kota," kata Harry Nespoli, presiden Uniformed Sanitationmen's Association Local 831.

Nespoli mengatakanada40 dari 7.000 pekerja yang diwakilinya tidak divaksinasi dan menghadapikemungkinan terkena PHK, tetapi dia mengharapkan beberapa dari mereka untuk mendapatkan kesempatan daripada kehilangan pekerjaan.

Selusin anggota Uniformed Firefighters Association, yang mewakili petugas pemadam kebakaran New York City,sudah di-PHK. Sekitar 2.000 petugas pemadam kebakaran meminta akomodasi yang masuk akal, dan 500 dari mereka masih menunggu keputusan oleh kota.

Terpisah,Gregory Floydselaku Presiden Teamsters Local 237 yang mewakili sekitar 18.000 karyawan publik New York City, mengatakanPemkot New Yorkharus menunda kebijakan memecat pekerja yang tidak mampu atau tidak mau mendapatkan vaksinasi sampai kasus mereka didengar di pengadilan.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Vaksinasi Ngebut! RI Kini Ada di Peringkat 6 di Dunia


(mij/mij)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading