Tambah Korsel, Ini Deretan Negara yang Sudah Buka Masker

News - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
26 May 2021 15:50
People board a local bus in central Uppsala,Sweden, Wednesday, Oct. 21, 2020. Uppsala, a university city north of Stockholm, on Tuesday became the first place in Sweden to introduce local restrictions as inhabitants were urged to avoid physical contact and parties and stay away from public transport. (Claudio Bresciani/TT News Agency via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia- Pandemi Covid-19 global masih belum berakhir dan masih membayangi. Bahkan, ada banyak negara yang mengalami second wave atau gelombang kedua lonjakan kasus Covid-19.

Di beberapa belahan dunia vaksinasi tengah digencarkan untuk mengakhiri pandemi ini. Gerakan vaksinasi ini juga membuat beberapa negara mengalami penurunan kasus secara signifikan, sehingga tidak mewajibkan warganya menggunakan masker.

Beberapa negara yang tidak lagi mewajibkan pemakaian masker seperti Amerika Serikat (AS), Selandia Baru, Australia, Hungaria, China, dan yang terbaru Korea Selatan.



Berikut negara-negara yang tidak mewajibkan masker:

1. Korea Selatan

Korea Selatan pada hari Rabu mengatakan masker tidak lagi diperlukan di luar ruangan mulai Juli untuk mereka yang divaksinasi dengan setidaknya satu dosis vaksin Covid-19. Dikutip dari Reuters, langkah tersebut merupakan upaya untuk mendorong penduduk yang lebih tua untuk mendapatkan vaksinasi. Korea Selatan bertujuan untuk melakukan vaksinasi setidaknya 70% dari 52 juta penduduknya pada bulan September.

Orang yang diberi setidaknya satu dosis juga akan diizinkan berkumpul dalam jumlah yang lebih besar mulai Juni. Perdana Menteri Kim Boo-kyum mengatakan semua tindakan karantina akan disesuaikan pada Oktober setelah lebih dari 70% penduduk menerima dosis pertama.

2. Amerika Serikat

Pemerintahan Amerika Serikat (AS) mengizinkan warganya untuk beraktivitas tanpa menggunakan masker. Namun, dengan syarat harus sudah melakukan vaksinasi Covid-19 secara penuh atau dua kali.

Hal ini diungkapkan oleh Presiden AS Joe Biden melalui unggahan di laman Instagram resmi White House.

"Vaxxed or masker," ujar Biden dalam video boomerang tersebut.

White House juga menambahkan keterangan dalam video tersebut mengenai persyaratan bagi warga AS yang ingin bisa melakukan kegiatan tanpa menggunakan masker.

"Pilihan ada di tangan Anda. Divaksinasi atau kenakan masker sampai Anda melakukannya," tulis white house.

Sebelumnya, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/CDC) melalui panduan kesehatan masyarakat terbarunya yang baru saja dirilis mengatakan, ketentuan ini berlaku baik di dalam maupun luar ruangan.

Dalam panduan tersebut juga dijelaskan beberapa contoh di mana orang masih perlu memakai masker seperti di tempat perawatan kesehatan atau di bisnis yang memerlukannya. Ketentuan ini juga berlaku bagi orang yang sudah mendapatkan dosis vaksin terakhirnya dua minggu atau lebih, diperkenankan tidak menggunakan masker.

3. Hungaria

Perdana Menteri (PM) Hungaria Viktor Orban mengklaim pemerintahannya telah berhasil mengendalikan pandemi Covid-19. Dalam sebuah jumpa pers pada Jumat (21/5/2021), Orban menyebut Hungaria telah memvaksinasi hampir 5 juta warga.

Ia menambahkan bahwa saat ini adalah saat yang tepat untuk berpisah dengan penggunaan masker di tempat umum.

"Selamat tinggal, masker," katanya.

"Ini berarti kita telah berhasil mengalahkan pandemi gelombang ketiga," lanjut Orban.

Pemimpin sayap kanan itu juga menyebut akan mencabut sebagian besar pembatasan Covid-19, termasuk jam malam. Orban mengatakan, publik dapat mengadakan pertemuan hingga 500 orang.

Syaratnya, pertemuan diadakan di udara terbuka. Sementara acara di ruang tertutup berlaku untuk warga yang telah memiliki kartu vaksinasi.

Selandia Baru Sampai Bhutan
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading