Misteri Asal Usul Corona, AS: China Tak Transparan

News - Tommy Sorongan, CNBC Indonesia
26 May 2021 11:40
INFOGRAFIS, Vaksin China VS Vaksin Amerika, Mana yang Lebih Ampuh?

Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) mengatakan hari Selasa (25/5/2021) bahwa China belum "sepenuhnya transparan" dalam penyelidikan global mengenai asal-usul Covid-19. Mereka menyatakan penyelidikan penuh diperlukan untuk menentukan apakah virus yang menewaskan hampir 3,5 juta orang itu berasal dari alam atau sebuah lab.

"Kami perlu memahami ini, apa pun jawabannya," kata penasihat senior Covid-19 Gedung Putih Andy Slavitt kepada wartawan pada briefing Covid

"Kami membutuhkan proses yang sepenuhnya transparan dari China, kami membutuhkan (Organisasi Kesehatan Dunia) untuk membantu dalam masalah itu dan kami merasa tidak memiliki itu sekarang."


Teori bahwa Covid-19 lolos dari Institut Virologi Wuhan pada awalnya ditolak oleh sebagian besar ahli medis dan pejabat kesehatan sebagai teori konspirasi, tetapi para ilmuwan yang kredibel terus mempertanyakan asal mula sebenarnya dari penyakit tersebut.

Laporan intelijen AS yang sebelumnya dirahasiakan menemukan bahwa para peneliti di institut di Wuhan, tempat wabah itu berasal pada akhir 2019, mencari perawatan di rumah sakit setelah jatuh sakit "dengan gejala yang konsisten dengan Covid-19 dan penyakit musiman yang umum," The Wall Street Journal melaporkan hari Minggu (23/5/2021).

Meskipun begitu, AS menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada jawaban pasti yang bisa mereka simpulkan.

"Kami tidak tahu 100% jawabannya," kata kepala penasehat medis Gedung Putih, Dr. Anthony Fauci, kepada wartawan dalam konferensi singkat yang sama.

"Sangat penting bagi kami untuk melakukan penyelidikan."

Pekan lalu, Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dr. Rochelle Walensky mengakui bahwa "satu kemungkinan" Covid-19 bocor dari laboratorium.

WHO mengatakan bahwa virus kemungkinan berasal dari inang hewan, tetapi badan tersebut tidak mengesampingkan kemungkinan bocor dari laboratorium.

"Beberapa pertanyaan telah diajukan, apakah beberapa hipotesis telah dibuang," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.

"Saya ingin mengklarifikasi bahwa semua hipotesis tetap terbuka dan membutuhkan studi lebih lanjut."

Sementara itu China selalu menolak bahwa mereka menyebarkan virus itu. Kementerian Luar Negeri China menganggap bahwa manuver Washington menganggap bahwa China merupakan biang dari pandemi ini merupakan sebuah pengalihan perhatian.

"AS terus menggembar-gemborkan teori kebocoran laboratorium," kata kementerian itu pada Minggu (23/6/2021).

"Apakah mereka benar-benar peduli tentang melacak sumber atau mencoba mengalihkan perhatian?"


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Masih Belum Cukup, Warga AS Siap-siap Dapat Stimulus Lagi!


(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading