Subsidi LPG 3 Kg Sampai Maret Tembus Rp 15 T, 41% dari Pagu

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
24 May 2021 16:05
gas LPG

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah mengungkapkan pembayaran subsidi LPG tabung 3 kg selama Januari-Maret 2021 mencapai Rp 15,04 triliun, atau sekitar 41% dari pagu subsidi LPG 3 kg tahun ini sebesar Rp 36,56 triliun.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tutuka Ariadji saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI, Senin (24/05/2021)

"Jadi, pada 2021, kurang lebih subsidi LPG 3 kg Rp 36,56 triliun. Realisasi pembayaran per Maret Rp 15,04 triliun," ujar Tutuka dalam RDP dengan Komisi VII DPR RI, Senin (24/05/2021).


Dia mengatakan, subsidi LPG selama Januari-Maret 2021 ini, berdasarkan hasil audit BPK, mencapai rata-rata sebesar Rp 8.781 per kg. Subsidi ini jauh lebih tinggi dibandingkan realisasi subsidi rata-rata per kg pada 2020 yang sebesar Rp 5.638, bahkan lebih tinggi dibandingkan subsidi di 2019 yang rata-rata mencapai Rp 6.082 per kg.

Rata-rata subsidi ini berdasarkan perhitungan nilai subsidi hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dibagi dengan volume hasil audit BPK.

"Di mana 2021 rata-rata subsidi berdasarkan nilai subsidi hasil audit BPK dibagi dengan volume hasil audit BPK mencapai Rp 8.781 per kg. Harga tersebut mengalami kenaikan 64,3% dari tahun sebelumnya," ungkap Tutuka.

Bila dilihat dari harga keekonomian yang sudah termasuk dengan margin agen plus PPN pada 2021, maka harga keekonomian LPG mencapai sebesar Rp 12.000 per kg. Namun saat ini harga jual eceran LPG 3 kg di masyarakat masih sebesar Rp 4.250 per kg, sehingga selebihnya masih disubsidi pemerintah.

"Harga keekonomian itu termasuk margin agen plus PPN, subsidi harga di luar subsidi PPN, sementara harga jual eceran masih Rp 4.250 per kg," paparnya.

Hingga April 2021, penyaluran volume LPG 3 kg telah mencapai 2,42 juta metrik ton (MT), sekitar 32% dari kuota nasional tahun ini sebesar 7,5 juta MT.

Tutuka pun memaparkan beberapa strategi penyaluran LPG tabung 3 kg pada tahun 2021 ini, antara lain meningkatkan jumlah sub penyalur satu desa satu penyalur agar bisa menjangkau desa-desa yang dikonversi dan mengurangi penjualan LPG ke pengecer.

Kedua, melakukan pengembangan jaringan distribusi LPG 3 kg untuk daerah yang baru dikonversi dan akan dikonversi. Ketiga, bekerja sama dengan para pemangku kepentingan untuk melakukan pengawasan pengendalian LPG 3 kg tidak terjadi kelebihan kuota.

"12 Pemerintah Daerah (Pemda) di tingkat Provinsi dan 154 Pemerintah Daerah di tingkat Kabupaten/Kota telah membuat kebijakan penggunaan LPG Non Subsidi bagi ASN dan non usaha mikro," jelasnya.

Dan terakhir adalah meningkatkan penjualan LPG Non Public Service Obligation (Non PSO/ Non Subsidi) dengan melakukan trade in, diskon isi ulang (refill) kepada restoran besar, hotel dan lain-lain

"Meningkatkan penjualan LPG non PSO dengan trade in, diskon refill LPG non subsidi," tuturnya.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading