Ngeri, Lembaga Ini Sebut Kematian Covid RI 2,5 X Lebih Tinggi

News - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
23 May 2021 14:30
‌Warga menjalani swab test PCR di kawasan RT 06/03 , Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (20/Mei/2021). Sebanyak 24 warga atau delapan kepala keluarga (KK) di RT 06, RW 03, Kelurahan Ciracas, Jakarta Timur, terpapar Covid-19. Kawasan RT 03 langsung menerapkan lockdown atau Pengawasan Ketat Berskala Lokal (PKBL) di wilayah tersebut guna mencegah penyebaran Covid-19. Selama lockdown warga diwajibkan melaksanakan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat dan dilarang keluar rumah apabila tidak ada keperluan mendesak. Pihaknya juga mengadakan swab test PCR massal warga setempat. Pihak kecamatan juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial DKI Jakarta untuk memenuhi kebutuhan logistik warga RT tersebut. Delapan KK yang terpapar Covid-19 sebagian besar menjalani isolasi mandiri di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran. Pantauan CNBC Indonesia sejumlah warga terpaksa beraktifitas dari rumah. Okie yang keseharian nya menjadi badut di sekitar Ciracas terpaksa harus menahan diri dari rumah karena ada himbauan untuk tetap dirumah.

Jakarta, CNBC Indonesia - Pusat penelitian kesehatan global independen di Washington, The Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) memprediksi angka kasus kematian warga Indonesia akibat Covid-19 lebih tinggi 2,5 kali lipat dari data resmi yang disampaikan pemerintah.

Sampai dengan 22 Mei, lembaga riset tersebut memproyeksikan angka kematian akibat Covid-19 mencapai 123 ribu kasus, lebih tinggi dari yang dilaporkan pemerintah sebanyak 49 ribu kasus.

IHME juga memproyeksikan penambahan kasus kematian Covid-19 harian di Indonesia per 22 Mei sebanyak 319 kasus. Jumlah itu 2,4 kali lipat lebih tinggi dari data laporan harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 yang mencatat pada 22 Mei, Indonesia menyumbang 132 kasus kematian dalam sehari.


Mengacu laman resmi IHME, diperkirakan kasus kematian akibat virus Corona tipe baru ini bisa mencapai 279 ribu kasus hingga per 1 September 2021 dengan skenario terburuk bahkan bisa mencapai 351 ribu kasus.

Tak hanya jumlah kematian, IHME juga menyertakan prediksi kasus infeksi Covid-19 harian di Indonesia. Per 22 Mei misalnya, kasus sebaran Covid-19 yang diprediksi IHME di Indonesia mencapai 67.006 kasus dalam sehari. Bahkan prediksi paling buruk Indonesia pada hari yang sama menyumbang 70.453 kasus dalam sehari, seperti dilansir CNN Indonesia.

Sementara dalam laporan harian pemerintah, pada 22 Mei kemarin Indonesia mencatat kasus harian covid-19 bertambah 5.296 kasus dari hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap 41.765 orang.

Rinciannya, 22.338 orang diperiksa menggunakan PCR swab, 298 orang tes cepat molekuler, dan 19.129 orang menggunakan rapid test antigen. Adapun sampai saat ini 'golden standard' pemeriksaan Covid-19 adalah melalui PCR swab.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya juga telah menetapkan standar pemeriksaan 1:1.000 penduduk per pekan. Dengan asumsi populasi Indonesia mencapai 270 juta jiwa, maka sewajarnya 270 ribu orang diperiksa per pekan atau 38,5 ribu orang per hari.

Seperti diketahui, kasus positif virus corona di Indonesia mulai menunjukkan tanda-tanda lonjakan satu pekan setelah Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah. Dalam dua hari terakhir, Kamis (20/5) dan Jumat (21/5), penambahan kasus berkisar di angka lima ribuan.

Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, pada Kamis (20/5) terdapat penambahan 5.797 kasus positif baru. Sementara, jumlah kasus aktif naik 610 kasus.

Peningkatan kasus tersebut terlihat melonjak jika dibandingkan dengan kasus harian pada sebelum atau saat Hari Raya Idul Fitri yang jatuh pada 13 Mei 2021. Saat Lebaran, Satgas mencatat ada penambahan 3.448 kasus harian secara nasional.

Angka penambahan kasus harian merangkak perlahan usai momen Lebaran. Pada 16 Mei, Satgas mencatat ada penambahan 3.080 kasus, 17 Mei ada 4.295 kasus, 18 Mei ada 4.185 kasus, 19 Mei ada 4.871 kasus, dan mulai Kamis kasus harian mencapai 5.797 kasus.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Duh! Puluhan Anak Buah Said Iqbal Meninggal Gegara Covid-19


(hoi/hoi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading