WHO Sebut Vaksin Corona yang Dapat Izin Efektif untuk Covid

News - Tommy Sorongan, CNBC Indonesia
20 May 2021 20:55
Five doses of the COVID-19 vaccine is held by Spc. Angel Laureano, Monday, Dec. 14, 2020, at the Walter Reed National Military Medical Center in Bethesda Md. (AP Photo/Manuel Balce Ceneta, Pool)

Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Eropa Hans Kluge menyebut bahwa seluruh vaksin Covid-19 yang telah disetujui oleh WHO efektif dalam mengatasi infeksi semua varian virus corona termasuk varian B.1617 yang ditemukan di India.

Dalam sebuah sesi konferensi pers, Kamis (20/5), ia menyebut bahwa vaksin yang telah disetujui lembaga kesehatan PBB ini efektif dalam mengatasi seluruh varian, termasuk B.1617 yang menjadi varian yang diperhatikan pasca ledakan infeksi Covid di India.

"Semua varian virus Covid-19 yang telah muncul sejauh ini merespons vaksin yang tersedia dan disetujui (oleh WHO)," kata Kluge sebagaimana dikutip dari The Guardians, Kamis (20/5/2021).


Diketahui varian B.1617 yang dianggap dapat mudah menyebar ini sekarang telah diidentifikasi di setidaknya 26 dari 53 negara di kawasan Eropa.

Pihaknya juga menuturkan bahwa semua varian Covid-19 dapat dikontrol dengan tindakan kepatuhan protokol kesehatan masyarakat yang berlaku saat ini. Maka itu masyarakat dihimbau jangan terlena dengan vaksin Covid-19.

"Saat ini, dalam menghadapi ancaman berkelanjutan dan ketidakpastian baru, kami perlu terus berhati-hati, dan memikirkan kembali atau menghindari perjalanan internasional," katanya.

"Vaksin mungkin merupakan cahaya di ujung terowongan, tapi kita tidak bisa dibutakan oleh cahaya itu," katanya.

Sementara itu progres vaksinasi di Eropa masih berlangsung. Sejauh ini hanya 23% orang di wilayah tersebut yang telah menerima satu dosis vaksin, dan baru 11% yang menerima kedua dosis vaksin.

WHO sendiri telah menyetujui izin penggunaan dari lima vaksin Covid-19. Vaksin itu adalah vaksin Pfizer/BioNTech, AstraZeneca, Moderna, Johnson & Johnson, serta vaksin buatan China Sinopharm.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

WHO: Vaksin Covid Langka di 40 Negara Dunia


(hoi/hoi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading