Internasional

Update Terbaru Gaza, Israel & Hamas Gencatan Senjata Besok?

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
20 May 2021 14:35
Smoke rises following Israeli airstrikes on a building in Gaza City, Thursday, May 13, 2021. Weary Palestinians are somberly marking the end of the Muslim holy month of Ramadan, as Hamas and Israel traded more rockets and airstrikes and Jewish-Arab violence raged across Israel. (AP Photo/Hatem Moussa) Foto: AP/Hatem Moussa

Jakarta, CNBC Indonesia - Kabar terbaru krisis Gaza, Palestina datang dari The Wall Street Journal. Media Amerika Serikat (AS) itu melaporkan gencatan senjata antara Israel dan Hamas kemungkinan terjadi Jumat (21/5/2021).

Pejabat yang terlibat dalam diskusi menyebut mediator yakni Mesir, telah membuat kemajuan penting. "Secara pribadi mengaku bahwa mereka hampir mencapai semua tujuan," tulis Times of Israel mengutip WSJ, Kamis (20/5/2021).

Namun sayangnya, belum ada komentar dari Gedung Putih. Seorang pejabat AS lain juga pesimis tak ada serangan baru setelah gencatan senjata disepakati.

Sebelumnya, Hamas menyatakan siap untuk berunding dan melakukan gencatan senjata dengan pihak Israel. Namun, sebagaimana dikutip ABC News, Hamas mengajukan dua syarat yang harus dipenuhi dan dipatuhi oleh pihak Israel.

"Pertama, pasukan Israel harus menghentikan serangan ke kompleks (Masjid) Al-Aqsa dan menghormati situs tersebut," kataKepala Badan Hubungan Internasional Hamas Palestina, Dr. Basem Naim.

"Kedua, Israel harus menghentikan evakuasi paksa warga Palestina di lingkungan Sheikh Jarah."

Di lain sisi, Israel disebutkan tidak tertarik dengan tawaran itu. Mereka menyebut akan terus menyerbu Gaza hingga Hamas menyatakan kekalahannya.

"Berhenti sebelum waktunya adalah memberi Hamas kemenangan yang diinginkannya," kata seorang pejabat Israel

Hal ini juga diamini Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu. Ia menyebut bahwa negaranya akan berhenti menyerang apabila kemauan Israel dipenuhi sepenuhnya.

"Kami bertekad untuk terus membombardir Gaza sampai tujuan Israel terpenuhi," katanya saat menjawab permintaan Presiden AS Joe Biden untuk menahan diri.

Memasuki hari kesebelas agresi militer Israel di Gaza, korban jiwa terus menerus bertambah. Hingga saat ini tercatat setidaknya 227 warga Palestina telah tewas.Korban tewas termasuk 64 anak dan 38 wanita.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Melihat Peta Palestina Kini yang Makin Susut Tahun ke Tahun


(sef/sef)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading