Internasional

Awas Makin Panas! Biden Serang Erdogan soal Israel-Palestina

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
19 May 2021 08:31
President Joe Biden speaks during the 59th Presidential Inauguration at the U.S. Capitol in Washington, Wednesday, Jan. 20, 2021.(AP Photo/Patrick Semansky, Pool) Foto: Presiden AS terpilih Joe Biden berbicara saat pelantikan Presiden ke-59 Amerika Serikat di US Capitol di Washington, Rabu, 20 Januari 2021. (AP Photo / Patrick Semansky, Pool)

Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) mengecam keras Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Pamerintahan Presiden Joe Biden menyebut Erdogan "anti-semit".

Ini akibat kecamannya terhadap serangan Israel di Gaza Palestina. Erdogan sendiri dikenal kerap membela Palestina sepanjang 18 tahun pemerintahannya.

"AS mengutuk keras komentar anti semit Presiden Erdogan baru-baru ini mengenai orang-orang Yahudi," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price dalam sebuah pernyataan dikutip AFP, Rabu (19/5/2021).

"Kami mendesak Presiden Erdogan dan para pemimpin Turki lainnya untuk menahan diri dari komentar yang menghasut, yang dapat memicu kekerasan lebih lanjut."

AS sendiri merupakan "sekutu" dekat Israel di Timur Tengah. Sementara Turki, menjadi salah satu dari sedikit negara Muslim, yang membuka hubungan diplomatis dengan Israel.

Sebelumnya, dalam beberapa kesempatan Erdogan menyebut Israel telah melakukan tindakan terorisme ke Palestina. Bahkan ia menyebut hal terorisme "sudah sifat dasar Israel".

"Mereka pembunuh, sampai-sampai mereka membunuh anak-anak yang berusia lima atau enam tahun," ujar Erdogan.

Erdogan juga mengecam Presiden AS Joe Biden atas dukungan diplomatiknya kepada Israel. Apalagi baru-baru ini, Biden menyetujui penjualan senjata berpemandu presisi senilai US$ 735 juta atau sekitar Rp 10,5 trilun (asumsi Rp 14.300/US$) meskipun ada kekerasan di Palestina.

"Anda menulis sejarah dengan tangan berdarah, dalam insiden yang merupakan serangan serius yang tidak proporsional di Gaza, yang menyebabkan ratusan ribu orang mati syahid," kata Erdogan.

Menurut Reuters, hingga Rabu (19/5/2021) genjatan senjata belum terjadi di Gaza. Israel masih melakukan serangan udara sementara gerilyawan Palestina menembakkan roket lintas perbatasan.

Pejabat medis Gaza mengatakan 217 warga Palestina telah tewas, termasuk 63 anak-anak, dan lebih dari 1.400 terluka sejak pertempuran dimulai pada 10 Mei. Otoritas Israel mengatakan 12 orang telah tewas di Israel, termasuk dua anak.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Melihat Peta Palestina Kini yang Makin Susut Tahun ke Tahun


(sef/sef)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading