Sempat Turun, Kasus Covid-19 Menanjak Lagi 4.295 Hari Ini

News - Rahajeng KH, CNBC Indonesia
17 May 2021 16:09
Antrean calon penumpang pesawat yang melakukan test rapid  di Shelter Kalayang Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Senin (21/12/2020). Antren panjang ini terjadi karena banyak penumpang yang ingin melakukan rapid test antigen yang disediakan pihak bandara. Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta sempat ramai tadi pagi. Antrean mengular karena antrean rapid test penumpang. Pantauan CNBC pukul 11.30 terlihat antrian namun sudah kondusif. Sejumlah calon penumpang yang menunggu di luar area ruang test bisa duduk. Jelang liburan Natal dan akhir tahun, pemerintah menerapkan syarat minimal berupa hasil tes rapid antigen bagi traveler yang mau bepergian naik kereta api, pesawat terbang hingga kendaraan pribadi. (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Setelah kasus Covid-19 melandai di masa libur lebaran dan pelarangan aktivitas mudik, Indonesia kembali mengalami kenaikan kasus terutama setelah meningkatnya jumlah tes. Ada sebanyak 4.295 kasus baru, dan kasus aktif yang masih fluktuatif. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, Senin (17/5/2021) hingga pukul 12:00 WIB, kasus Covid-19 ddi Indonesia mencapai 1,744 juta orang.

Kasus aktif atau jumlah pasien yang harus mendapatkan perawatan tercatat menurun 1.671 orang, sehingga totalnya 89.129 orang. Dengan jumlah spesimen yang diperiksa sebanyak 45.653 orang dengan jumlah suspek 79.815 orang.

Dalam empat hari sebelumnya, penambahan kasus telah turun di kisaran 2.000-3.000 per hari. Meski demikian jumlah spesimen yang diperiksa pun menurun drastis menjadi 18-30 ribu spesimen per hari.


Kabar baiknya, jumlah pasien yang sembuh jauh lebih banyak dibandingkan kasus baru, dengan penambahan 5.754 orang sehingga totalnya, 1,606 juta orang.

Meski jumlah pasien sembuh terus meningkat, masih ada angka kematian baru akibat virus ini sebanyak 212 orang. Dengan begitu jumlah kasus meninggal akibat Covid-19 di Indonesia telah menembus 48.305 kasus.

Adapun provinsi dengan penambahan kasus tertinggi adalah Jawa Barat dengan penambahan lebih dari 1.000 orang, atau 1.361 orang. Total kasus dari provinsi terpadat ini pun mencapai 298.665 kasus. DKI Jakarta masih mencatatkan total kasus terbanyak yakni 419.629 orang, dengan penambahan kasus baru yang semakin menurun yakni 421 orang.

Sementara itu provinsi dengan penambahan kematian terbanyak adalah Jawa Tengah, yang bertambah 44 kasus kematian sehingga totalnya 8.782 kasus. Sementara provinsi lain yang mencatatkan kematian tertinggi yakni DKI Jakarta sebanyak 26 kasus sehingga totalnya 3.985 kasus. Sementara Jawa Barat dan Jawa Timur bertambah 25 masing-masing. Sehingga total kasus kematian di Jabar mencapai 6.968 dan Jatim 11.043 serta masih menjadi yang tertinggi di Indonesia.


[Gambas:Video CNBC]

(rah/rah)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading