Kesenjangan Digital, Rebutan Vaksin di India Makin Sengit

News - Exist in Exist, CNBC Indonesia
13 May 2021 21:35
People wearing face shields and masks as a precaution against the coronavirus arrive to receive COVID-19 vaccine in Mumbai, India, Thursday, April 29, 2021. India set another global record in new virus cases Thursday, as millions of people in one state cast votes despite rising infections and the country geared up to open its vaccination rollout to all adults amid snags. (AP Photo/Rajanish Kakade)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perlombaan untuk mendapatkan suntikan vaksin dalam program vaksinasi India ternyata menunjukkan fenomena kesenjangan digital.

Mendapatkan vaksin di India saat ini seperti membeli tiket konser band-band populer yang langsung terjual habis dalam hitungan menit. "Itu adalah rollercoaster emosi," kata seorang remaja India, Ananya Maskara, saat sedang menelusuri daftar vaksinasi Covid-19 di ibu kota India, New Delhi, seperti dikutip dari AFP, Kamis (13/5/2021)

"Sungguh sulit ... Banyak teman saya yang belum mendapat slot sampai sekarang dan mereka masih menunggu," lanjutnya.


Perluasan vaksinasi di India saat ini masih menghadapi beberapa pembatasan. Salah satunya untuk penduduk berusia 18-44 tahun yang hanya bisa melakukan pendaftaran online.

Tentu ini menjadi tantangan besar bagi penduduk di daerah miskin dan pedesaan yang tidak memiliki ponsel pintar atau akses internet. Belum lagi, banyak negara bagian India juga berjuang dengan kekurangan vaksin.

Pengalaman sulitnya mendapatkan vaksin ini juga dirasakan oleh Seema, seorang pembantu rumah tangga yang bekerja di kota utara Lucknow di negara bagian Uttar Pradesh. Bagi Seema, mendapatkan vaksinasi tampaknya tidak mungkin.

"Saya tidak memiliki akses ke internet ... Beberapa anak laki-laki di lingkungan saya memang memiliki ponsel pintar tetapi mereka tidak tahu bagaimana menggunakannya untuk (pendaftaran) ini," ujarnya.

Sejauh ini, hanya tiga persen dari 1,3 miliar penduduk India atau 39,5 juta penduduk yang sudah divaksinasi dengan dua dosis. Selebihnya, 10,6 persen tambahan baru saja menerima suntikan pertama mereka.

Para teknisi telah mengembangkan solusi untuk membantu pengguna di beberapa kota di mana slot telah dibuka secara acak dalam sehari dan diisi dalam satu atau dua menit.

Para ahli mengatakan bahwa pemerintah harus mengizinkan kunjungan ke pusat-pusat vaksinasi seperti yang sudah diterapkan untuk penduduk yang berusia di atas 45 tahun.

"Pihak berwenang juga harus mempertimbangkan memberikan vaksin kepada orang-orang daripada meminta orang datang untuk mendapatkan vaksin", kata profesor fisika dan biologi Universitas Ashoka, Gautam Menon. Dia menyarankan langkah-langkah seperti klinik vaksinasi keliling di daerah terpencil.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading