Produsen Rokok Marlboro akan Setop Jual Rokok di Negara Ini

News - Tommy Sorongan, CNBC Indonesia
07 May 2021 20:37
Shan Yuliang, penjual di sebuah toko rokok dan anggur, berpose dengan sekotak rokok Marlboro di Beijing, China, 8 April 2018.

Jakarta, CNBC Indonesia - Raksasa produk tembakau Amerika Serikat (AS), Philip Morris International, mengatakan bahwa mereka berencana berhenti menjual rokok di Jepang dalam 10 tahun mendatang.

Dikutip Nikkei Asia, Jumat (7/5), Jacek Olczak, yang mengambil alih sebagai CEO perusahaan tembakau pada 5 Mei itu, mengungkapkan bahwa Jepang akan menjadi masyarakat bebas rokok dalam 10 tahun.

"Philip Morris mengharapkan untuk secara bertahap menarik diri dari produk tembakau gulung di tempat lain selama 10 hingga 15 tahun ke depan," ujarnya..


Hal ini didasari oleh revisi UU Promosi Kesehatan yang mulai berlaku tahun lalu melarang merokok di restoran akibat asap yang ditimbulkan. Aturan ini membuat pemilik merk Marlboro itu sempat membuat rokok hangat tanpa asap untuk mengakalinya.

Rokok hangat ini memungkinkan pengguna menghirup uap yang dihasilkan oleh elemen pemanas yang tidak melepaskan asap. Menurut industri tembakau, produk yang dipanaskan juga menghasilkan lebih sedikit zat berbahaya daripada rokok konvensional.

Akibat hal ini Philip Morris memegang 70% pangsa pasar Jepang untuk produk-produk semacam itu dan menyisihkan Japan Tobacco, dengan 10%, dan British American Tobacco, dengan 20%.

Philip Morris sendiri sejauh ini telah menjual produk itu di 66 negara. Olczak mengatakan dia ingin meningkatkannya menjadi 100 pada tahun 2025.

Selain itu, Olczak mengatakan bahwa Philip Morris akan berkomitmen penuh untuk mengembangkan fungsi verifikasi usia demi mencegah anak di bawah umur merokok.

Di Asia, produk tembakau tanpa asap dijual secara nasional di Jepang dan Korea Selatan, dan tersedia di beberapa kota di Malaysia dan Filipina. Mereka menjadi lebih populer secara global, termasuk di wilayah Asia Timur ini.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading