Forum G7

Bukan Menakuti, Menteri Ini Sebut Corona Bisa Sampai 2024

News - Tommy Sorongan, CNBC Indonesia
06 May 2021 20:30
Infografis: Sulit Dikendalikan, Virus Corona Sudah Menyebar di 13 Negara

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian menyebutkan bahwa ancaman kekurangan pasokan vaksin itu benar nyata. Ia menyebut bahwa pandemi Covid-19 akan menghantui dunia hingga 2024, kecuali negara-negara G7 berfokus pada peningkatan produksi vaksin.

"Jika kita terus seperti ini maka kekebalan global tidak akan ada hingga 2024," katanya dalam forum G7 sebagaimana dikutip dari Guardians, Kamis (6/5).

Forum G7 alias Group of Seven organisasi antar negara yang anggotanya yaitu Inggris, Jepang, Amerika Serikat, Prancis, Kanada, Jerman, dan Italia. Pertemuan para menlu ini kini digelar di Inggris.


Dalam forum yang sama, ia juga mengingatkan pentingnya memfasilitasi vaksin untuk negara-negara yang saat ini belum mendapatkan jangkauan terhadap vaksin covid-19. Ia menganggap ini adalah masalah global dan kekebalan global diperlukan untuk mengatasi pandemi covid-19.

"Tidak akan ada kekebalan terhadap Covid-19 kecuali itu adalah kekebalan global," tambahnya.

Ia juga mengatakan bahwa pihaknya mengapresiasi skema COVAX yang dibentuk oleh PBB, di mana negara-negara kaya mendanai produksi dan distribusi vaksin ke negara-negara termiskin di dunia. COVAX adalah inisiatif besar untuk membuat 2 miliar dosis, termasuk 1,3 miliar untuk digunakan tahun ini

"Para pemimpin G7 perlu melangkah lebih jauh. Kami juga harus mempercepat distribusi. Kita juga harus melangkah lebih jauh dalam kerangka G7 dengan Afrika untuk menempatkan strategi menempatkan kapasitas produksi di Afrika," katanya.

"Kami harus berbuat lebih banyak untuk memastikan vaksin menjangkau orang yang tepat. Ini bukan hanya soal solidaritas. Ini masalah kepentingan pribadi dan efisiensi untuk diri kita sendiri."

Ia juga menyarankan dalam mempercepat proses produksi dan distribusi, para pembuat vaksin seharusnya mengabaikan paten yang memungkinkan negara-negara membuat dan menjual salinan vaksin yang dapat membantu percepatan proses vaksinasi.

Pasokan vaksin global saat ini sedang terganggu. Hal ini karena India yang merupakan produsen vaksin terbesar dunia itu saat ini defisit vaksin untuk kebutuhan domestiknya.

India sedang mengalami gelombang besar Covid-19 yang sangat ganas dengan kenaikan infeksi harian mencapai di atas 300 ribu per hari. Hingga saat ini saja baru 9,4% populasi negara itu yang telah menerima setidaknya satu dosis.

Sementara itu Indonesia juga sebagian sudah mendapatkan vaksin dari COVAX. Nantinya dalam skema COVAX ini akan sediakan sedikitnya 20% penduduk Indonesia. Berdasarkan sensus 2020, jumlah itu setara dengan 54 juta orang. Artinya setidaknya COVAX akan memasok 108 juta dosis vaksin Covid-19.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading