Mutan Covid India Menyebar Ke mana-mana, Begini Respons Dunia

News - Tirta, CNBC Indonesia
05 May 2021 05:00
Hospital staff distribute food packets to the staff of ambulances carrying COVID-19 patients and their relatives as they queue up waiting for their turn to be attended at a government COVID-19 hospital in Ahmedabad, India, Tuesday, April 27, 2021. The COVID-19 death toll in India has topped 200,000 as the country endures its darkest chapter of the pandemic yet. (AP Photo/Ajit Solanki) Foto: Staf rumah sakit membagikan paket makanan kepada staf ambulans yang membawa pasien COVID-19 di rumah sakit pemerintah COVID-19 di Ahmedabad, India, Selasa, 27 April 2021. (AP / Ajit Solanki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perkembangan wabah Covid-19 di Negeri Bollywood semakin memprihatinkan. Adanya ledakan kasus infeksi virus Corona (SARS-CoV-2) membuat rumah sakit penuh sesak pasien, pasokan oksigen hingga vaksin menipis. Tenaga medis dan pemerintah setempat dibuat kalang kabut. 

Bulan April lalu India berhasil menyalip Brazil menjadi runner up negara dengan kasus kumulatif Covid-19 terbanyak di dunia. Satu peringkat di bawah Amerika Serikat (AS). Total orang yang teridentifikasi terjangkit Covid-19 tembus 20 juta hari ini. Sementara mereka yang kehilangan nyawa sudah lebih dari 222 ribu orang. 

Serangan gelombang kedua ini jauh lebih parah dibandingkan dengan yang pertama. Rata-rata kasus infeksi harian selama rentang waktu satu minggu mencapai angka 378 ribu. Naiknya 4x dibanding puncak gelombang pertama. 


Minggu lalu kasus infeksi harian sempat menyentuh angka 400 ribu dalam 24 jam. Wajar saja jika tsunami Covid-19 membuat Perdana Menteri India beserta jajarannya pusing bukan main dan meminta bantuan sana-sini. 

Tren angka kematiannya juga tak kalah mengerikan. Pada saat gelombang pertama, puncak angka kematian yang dilaporkan mencapai 1.166 per hari. Sekarang angkanya melonjak 3x menjadi 3.500 mortalitas setiap harinya. 

Kenaikan kasus infeksi ini banyak dikaitkan dengan temuan baru mutan virus Corona yang lebih dikenal dengan double variant. Sesuai namanya, ada mutasi ganda yang terjadi pada genom virus yang juga masih satu kelompok dengan penyebab SARS 18 tahun silam. 

Varian baru ini diberi nama B.1.617. Berdasarkan berbagai penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan, varian ini memiliki kesamaan dengan varian yang berasal dari Afrika Selatan dan Brazil sebagaimana ditulis di Wall Street Journal.

Awalnya varian ini ditemukan di India pada bulan Oktober lalu. Saat itu hanya puluhan kasus yang terdeteksi. Meskipun varian tersebut dianggap lebih menular dan dikaitkan dengan lonjakan kasus sebulan terakhir, tetapi pernyataan tersebut masih sebatas hipotesis yang perlu diuji kebenarannya. 

Sekarang belasan negara sudah melaporkan temuan varian tersebut, di antaranya adalah Jerman, Belgia, Swiss, Inggris, AS, Jepang, Timur Tengah, Australia, Singapura hingga Indonesia.

Pada minggu terakhir April lalu pemerintah RI mengumumkan sudah ada 10 kasus infeksi virus tersebut di Tanah Air. Ada yang transmisi lokal maupun kasus impor.

Hanya saja dalam merespon temuan tersebut respon beberapa negara ada yang cenderung 'kalem'. Di AS misalnya, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) belum masuk ke dalam varian yang mendapat pantauan serius.

Sama halnya dengan Inggris. Walau ada 132 kasus yang dikaitkan dengan varian ini di Negeri Ratu Elizabeth, pejabat kesehatan Inggris menilai mutan ini belum menjadi concern utama yang biasanya diindikasikan dengan peningkatan kemampuan penularan, virulensi hingga kemampuan untuk lolos dari sistem imun bahkan vaksin.

Ternyata Begini Respon Dunia
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading