Bahaya! Menteri Ini Warning RI Bisa Disalip Filipina-Vietnam

News - Lidya Julita S, CNBC Indonesia
04 May 2021 11:52
Suasana langit biru di Jakarta terlihat di menara Perpustakaan Nasional, Jakarta, Rabu (2/12). Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kondisi cuaca yang cerah diakibatkan kelembapan udara yang kering serta angin yang kencang sehingga menghambat pertumbuhan awan hujan dan menyebabkan langit berwarna biru. Berdasarkan data AirVisual dan AirNow menunjukkan Air Quality Index (AQI) dengan polutan PM 2,5 tingkat konsentrasi mikrometer/m³ membaik dalam tiga hari ke belakang. Penurunan konsentrasi akan membuat langit terlihat cerah. Penurunan polusi udara yang berujung dengan indahnya langit Jakarta sempat terjadi pada awal Juli lalu. BMKG mengatakan penurunan polusi udara yang signifikan setelah beberapa pekan penerapan PSBB di DKI Jakarta akibat pandemi Covid-19. (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ekonomi Indonesia harus tumbuh tinggi jika tidak mau disalip oleh Filipina dan Vietnam. Rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia di angka 6% akan mengembalikan Indonesia pada Trajectory PDB-nya di 2029.

Hal ini diungkapkan oleh Suharso Monoarfa yang merupakan Menteri PPN/Kepala Bappenas dalam bahan presentasinya di Musrenbangnas 2021, Selasa (4/5/2021).

"Tahun 2022, momentum penting RI untuk lepas dari pandemi dan tahun kunci untuk pemantapan pemulihan ekonomi nasional."

"Mana kala kita tidak tumbuh, misalnya di bawah 6% maka sulit kita balik di posisi sebelum pandemi. Tanpa pertumbuhan tinggi RI akan lama kembali ke posisi sebelum pandemi," imbuh Suharso.

Dalam bahan paparannya, diketahui pendapatan per kapita Indonesia akan disalip Filipina pada 2037 dan Vietnam di 2043. Ini terjadi jika Indonesia menempuhnya tanpa redesain transformasi ekonomi.

Tingkat produktivitas (Total Factor Productivity) juga akan terus menurun dan terendah di kawasan Asia.



[Gambas:Video CNBC]

(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading