AS akan Membatasi Pergerakan Orang yang Masuk dari India

News - Monica Wareza, CNBC Indonesia
01 May 2021 16:40
President Joe Biden delivers remarks on immigration, in the Oval Office of the White House, Tuesday, Feb. 2, 2021, in Washington. (AP Photo/Evan Vucci)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Joe Biden akan mengeluarkan kebijakan membatasi pergerakan orang masuk ke negara tersebut mulai 4 Mei mendatang. Pembatasan ini dilakukan karena peningkatan kasus Covid-19 yang melambung di negara tersebut.

Sekretaris Pers White House Jen Psaki mengatakan pemberlakuan ini akan dimulai pada Selasa waktu setempat. Keputusan ini diambil berdasarkan masukan dari Centers for Disease Control and Prevention.

"Kebijakan tersebut akan berlaku mulai Selasa, 4 Mei. Pemerintah membuat keputusan ini atas saran dari Centers for Disease Control and Prevention," kata Psaki, dikutip dari CNBC, Sabtu (1/5/2021).


Saat ini ada beberapa penerbangan nonstop antara AS dan India. United Airlines adalah satu-satunya maskapai penerbangan utama AS yang mengoperasikan layanan nonstop antara kedua negara, dengan empat keberangkatan setiap hari ke India.

Sedangkan Air India juga akan memilki jumlah penerbangan yang sama dan dijadwalkan mulai bulan depan, menurut perusahaan data penerbangan Cirium.

Pembatasan perjalanan ini bukan untuk melarang penerbangan, namun pembatasan bagi warga negara non-AS atau penduduk tetap yang baru-baru ini berada di India. Format yang mirip dengan pembatasan yang telah diberlakukan pada banyak perjalanan dari UE, Cina dan Brasil.

Untuk diketahui, India memiliki rata-rata 3.050 kematian akibat Covid-19 per hari, menurut data yang dikumpulkan oleh Universitas Johns Hopkins, meskipun laporan media menunjukkan angka resmi yang dipertanyakan.

Sedangkan jumlah kasus baru per hari rata-rata sebanyak 357.000 kasus baru selama satu minggu terakhir.

Bahkan, menurut data terbaru yang disampaikan otoritas India, negara ini embali mencatat rekor dunia dengan jumlah 386.452 orang positif dan hampir 3.500 kematian dalam kurun waktu 24 jam terakhir.

Total kasus Covid-19 di negara dengan penduduk terbesar ini sebanyak 18,8 juta kasus. Angka ini mendorong kasus Covid-19 global menjadi 152 juta kasus pada hari ini, menurut Worldometers, Sabtu (1/5/2021).

Saat ini India bergulat dengan varian Covid yang sangat menular, yang dikenal sebagai B.1.617, yang pertama kali ditemukan di sana. Varian tersebut mengandung dua mutasi utama yang telah ditemukan secara terpisah pada jenis virus corona lainnya. Hal ini diyakini menjadi penyebab penyebaran Covid yang lebih luas.

Tak hanya di India, varian tersebut telah diidentifikasi di negara lain, termasuk Amerika Serikat.

Sementara itu, saat ini Indonesia juga menjadi salah satu negara yang dituju oleh penduduk India untuk menyelamatkan diri dari gelombang Covid-19 di negaranya itu.

Saat ini pemerintah telah mengeluarkan kebijakan ketat terkait kedatangan WNI yang memiliki riwayat perjalanan dari India. Dalam aturan itu, tiap WNI dari India yang kembali ke Indonesia harus menjalani karantina selama 14 hari.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading