Jokowi Perintahkan 'Pembantunya' Kurangi Candu Impor BBM-LPG

News - Wilda Asmarini, CNBC Indonesia
22 April 2021 19:40
Distribusi LPG 3 Kg . (Dok. Pertamina)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah menargetkan pada 2030 Indonesia sudah bebas dari jeratan impor bahan bakar minyak (BBM) dan LPG. Hal tersebut juga telah dicantumkan dalam Grand Strategi Energi Nasional yang telah disampaikan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada sidang paripurna dengan Dewan Energi Nasional di Istana Negara, Jakarta, dua hari lalu, Selasa (20/04/2021).

Bambang Brodjonegoro, Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/ Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), mengatakan bahwa dalam rapat tersebut Presiden Jokowi menegaskan perlunya mengurangi ketergantungan pada impor energi, khususnya BBM dan LPG.

"Harapan Presiden agar ketergantungan kita pada impor energi itu bisa dikurangi, khususnya utk BBM dan LPG," ungkapnya saat wawancara dengan CNBC Indonesia, Kamis (22/04/2021).


Untuk bisa mengurangi impor energi tersebut, maka Presiden memerintahkan agar dapat dicari alternatif sumber energi lainnya. Dengan demikian, kebutuhan energi nasional tetap dapat dipenuhi.

"Tentunya di masa depan kita harus mencari alternatif untuk mengurangi impor tersebut," ujarnya.

Seperti diketahui, pasokan BBM dari kilang minyak di dalam negeri tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan minyak nasional. Dampaknya, mau tidak mau harus dipasok melalui impor.

"Begitu juga LPG, yang juga tergantung pada impor," ujarnya.

Meski impor dikurangi, namun menurut Bambang, Presiden menekankan kebutuhan energi dalam negeri harus tetap terpenuhi. Terlebih bila pandemi ini berakhir, maka pemulihan ekonomi akan berjalan, sehingga memerlukan energi yang lebih besar.

"Arahan Pak Presiden, ada penekanan pada pemenuhan kebutuhan energi karena bagaimana pun untuk energi yang sedang bertumbuh seperti Indonesia dan apalagi kita ingin pemulihan ekonomi segera berjalan, terutama setelah pandemi, maka tidak bisa dipungkiri pemenuhan kebutuhan energi merupakan sesuatu keharusan," paparnya.

"Pak Presiden menekankan kebutuhan energi terpenuhi," imbuhnya.

Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral yang tertuang dalam Grand Strategi Energi Nasional, impor bensin pada 2020 mencapai sekitar 381 ribu barel per hari (bph) dari kebutuhan BBM sekitar 1,13 juta bph. Kebutuhan BBM ke depannya diperkirakan akan terus meningkat. Pada 2025 diperkirakan mencapai 1,36 juta bph dam 2030 menyentuh 1,55 juta bph.

Sementara impor LPG pada 2020 sekitar 6,1 juta ton dari kebutuhan 8 juta ton. Kebutuhan LPG pun diperkirakan terus meningkat ke depannya. Pada 2025 kebutuhan LPG diperkirakan naik menjadi 8,8 juta ton dan pada 2030 9,7 juta ton.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading