Internasional

Kabar Baik, Biden Janji Bagi-bagi Vaksin Corona, RI Kebagian?

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
22 April 2021 08:00
President Joe Biden delivers remarks on immigration, in the Oval Office of the White House, Tuesday, Feb. 2, 2021, in Washington. (AP Photo/Evan Vucci)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden berjanji bakal berbagi vaksin virus corona (Covid-19) dengan negara lain. Namun, pembagian vaksin ini baru akan berlangsung saat pasokan dosis AS mencukupi untuk vaksinasi dalam negeri.

"Kami sedang melihat apa yang akan dilakukan dengan beberapa vaksin yang tidak kami gunakan. Kami harus memastikan mereka aman untuk dikirim," kata Biden di Gedung Putih pada Rabu (21/4/2021), sebagaimana ditulis oleh Bloomberg.


"Kami berharap dapat menjadi bantuan dan nilai bagi negara-negara di seluruh dunia," lanjutnya.

Biden mengatakan hal tersebut pada sebuah acara yang menandai 200 juta dosis vaksin untuk masyarakat AS di bawah kepemimpinannya. Dalam acara itu, Biden juga mendesak masyarakat dewasa mulai usia 16 tahun untuk mendapatkan vaksinasi segera mungkin.

Lalu ke mana saja AS akan membagi vaksin?

Belum ada detail lebih lanjut soal itu. Namun sejauh ini, pemerintah Negeri Paman Sam telah "meminjamkan" 4,2 juta dosis vaksin AstraZeneca Plc kepada Kanada dan Meksiko.

Biden mengatakan telah berbicara dengan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau. AS sendiri, sebenarnya belum mengizinkan penggunaan AstraZeneca karena masih melakukan tinjauan dan review terutama soal efikasi dan efek samping.

Meski demikian vaksi itu telah menumpuk karena pesanan AS. Negeri itu memiliki sejumlah alternatif vaksin, karena juga menggunakan Pfizer/BioNTech dan Moderna.

"Kami membantu sedikit di sana, kami akan mencoba dan membantu lebih banyak lagi," kata Biden menjelaskan.

"Tapi ada juga negara lain yang saya yakin bisa membantu, termasuk di Amerika Tengah. Jadi, ini sedang dalam proses. Kami tidak cukup percaya diri untuk mengirimkannya ke luar negeri sekarang. Tapi saya berharap kita bisa melakukan itu."

Menurut data Worldometers, AS masih menjadi negara pertama dengan kasus infeksi corona terbanyak di dunia. Di mana ada lebih dari 32,6 juta kasus dan lebih dari 583 ribu kematian.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading