Walau Impor Meroket 25%, Neraca Dagang RI Surplus US$ 1,56 M

News - Lidya Julita Sembiring-Kembaren, CNBC Indonesia
15 April 2021 11:17
Aktifitas kapal ekspor impor di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (15/3/2021). Bandan Pusat Statistik (BPS) merilis laporan ekspor dan impor tecatat US$ 15,27miliar atau mengalami kenaikan 8,56% dibandingkan pada Februari 2020 (year-on-year/YoY) yang mencapai US$ 14,06 miliar. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data perdagangan internasional Indonesia periode Maret 2021. Neraca perdagangan masih membukukan surplus karena nilai ekspor lebih tinggi ketimbang impor.

Pada Kamis (15/4/2021), Kepala BPS Suhariyanto  melaporkan nilai impor pada Maret 2021 adalah US$ 16,79 miliar. Tumbuh 25,73% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy). Sementara dari bulan sebelumnya (month-to-month/mtm), terjadi pertumbuhan 26,55%.

Sebelumnya, nilai ekspor diumumkan sebesar US$ 18,35 miliar. Dengan demikian, neraca perdagangan periode Maret 2021 mencatatkan surplus US$ 1,56 miliar.


Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia memperkirakan ekspor tumbuh 12,085% yoy. Sementara impor diproyeksi naik 6,925% yoy sehingga neraca perdagangan bakal surplus US$ 1,6 miliar.

Sedangkan konsensus versi Reuters memperkirakan ekspor tumbuh 11,74% yoy dan impor naik 6%. Neraca perdagangan diramal surplus US$ 1,64 miliar.


[Gambas:Video CNBC]

(aji/aji)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading