Internasional

Duh! 1 Orang Meninggal Usai Disuntik Vaksin Johnson & Johnson

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
14 April 2021 13:08
Vaksin Covid-19 Johnson & Johnson. AP/Szilard Koszticsak

Jakarta, CNBC Indonesia - Kasus penerima vaksin corona (Covid-19) meninggal dunia terjadi lagi. Kali ini seorang wanita di Virginia, Amerika Serikat (AS) dikabarkan meninggal setelah menerima suntikan vaksin Covid-19 Johnson & Johnson (J&J).

Dilaporkan NBC Washington Rabu (14/4/2021), pusat pengendalian penyakit menular AS (CDC) mengatakan ia berusia 45 tahun dan divaksin pada 6 Maret. Ia mengalami sakit kepala yang secara bertahap pasca vaksinasi.


Kemudian ia pergi rumah sakit 17 Maret. Wanita itu mengalami herniasi otak, kondisi ketika jaringan dan cairan otak bergeser dari posisi normal, dan dinyatakan mati otak 18 Maret.

Hal senada juga diutarakan Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA). Mengutip AFP, selain satu penerima meninggal dunia, lembaga itu juga menyebut ada satu orang kritis.

Sebelumnya Badan kesehatan federal AS menyarankan untuk menghentikan sementara penggunaan vaksin Covid-19 J&J, Selasa (13/4/2021). Ini setelah ditemukan enam wanita di bawah usia 50 mengalami pembekuan darah langka setelah menerima suntikan.

Di Virginia, saat ini, vaksin itu dengan tegas ditolak penggunaannya hingga penelitian lebih lanjut mengenai efek samping vaksin rampung. "Kami menantikan tinjauan menyeluruh oleh pejabat kesehatan federal,"kata koordinator vaksinasi negara bagian Dr. Danny Avula.

Sementara itu pakar imunologi AS melihat efek samping sangat kecil dibanding 6,8 juta dosis yang telah didistribusikan. Ia menyimpulkan vaksin J&J memiliki resiko efek samping yang sangat rendah.

"Bahkan jika secara kausal dikaitkan dengan vaksin, enam kasus dengan sekitar tujuh juta dosis ... bukanlah sesuatu yang perlu dikhawatirkan," kata Dr. Amesh Adalja, pakar penyakit menular di Pusat Keamanan Kesehatan Johns Hopkins di Baltimore.

Kasus pembekuan darah serupa juga ditemukan di vaksin AstraZeneca. Hal ini sempat membuat beberapa negara di dunia pernah menangguhkan pemakaianvaksin itu dan membuat persyaratan ketat.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading