Masih Pandemi, Penjualan LPG Pertamina di Q1-2021 Naik 3%

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
14 April 2021 11:35
Pekerja mengangkat Elpiji di Distributor Gas Elpiji 3Kg Pondok Aren, Tangerang Selatan, Rabu, (4/3). Pemerintah berencana melakukan impor LPG dari Aljazair, tepatnya dari perusahaan migas nasional Sonatrach

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina (Persero) mencatatkan penjualan liquefied petroleum gas (LPG) pada kuartal I 2021 naik sebesar 3% dibandingkan dengan kuartal I 2020.

Hal tersebut disampaikan oleh Corporate Secretary PT Patra Niaga, Sub Holding Commercial & Trading Pertamina, Putut Andriatno. Dia mengatakan, saat ini Pertamina meningkatkan pasokan LPG sebesar 4% dari kondisi normal sebagai antisipasi kenaikan permintaan LPG selama bulan Ramadan dan lebaran Idul Fitri 2021. Terlebih, adanya larangan mudik lebaran tahun ini, maka diperkirakan bakal ada peningkatan permintaan LPG di masyarakat.

"Kenaikan 3% (Q1 2021), sedangkan kami menambah pasokan ke lapangan sekitar 4% dari kondisi normal rata-rata," ungkapnya kepada CNBC Indonesia, Rabu (14/04/2021) saat ditanya berapa realisasi penjualan LPG selama kuartal I 2021.


Volume penjualan pada kuartal I 2021 ini mencapai sebesar 1,98 juta metrik ton (MT), naik dari volume penjualan LPG pada periode yang sama 2020 lalu sebesar 1,93 juta metrik ton.

"Q1 2020 1.931.000 MT. Ada kenaikan sales sekitar 3%," ungkapnya.

Sebelumnya, Pertamina memproyeksikan penjualan LPG tahun ini akan naik 5,9% menjadi sekitar 8,28 juta ton dari 7,82 juta ton pada 2020.

CEO PT Patra Niaga, Sub Holding Commercial & Trading Pertamina, Mas'ud Khamid mengatakan kenaikan tersebut karena dipicu peningkatan penjualan LPG bersubsidi (Public Service Obligation/ PSO) menjadi 7,5-7,8 juta ton pada 2021 dari 7 juta ton pada 2020.

Menurutnya, secara historis konsumsi LPG 3 Kg setiap tahun pertumbuhannya 2%-2,5% atau sekitar 200 ribu ton. Pada 2020 LPG tabung 3 kg ini diproyeksikan sekitar 7 juta MT, dengan kenaikan 200 ribu ton dari 2019 yang sebesar 6,86 juta ton.

LPG subsidi sebanyak 75% menurutnya digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, 17% UMKM, dan sisanya untuk petani 8%.

"Hitungan kami, dengan situasi ini 7,5 juta ton ini batas bawah, di sekitar 7,5-7,8 juta ton pada 2021. Situasi seperti ini, adanya Covid-19, penjualan LPG non-PSO menurun karena banyak restoran dan mall aktivitas pindah ke rumah, sedangkan kebutuhan PSO naik tajam," paparnya dalam RDP dengan Komisi VII DPR RI, Senin (31/08/2020).


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading