Cegah Korban, Pemerintah Bikin SMS Blast Waspada Bencana

News - Wilda Asmarini, CNBC Indonesia
12 April 2021 20:46
Gunung Semeru Kembali Keluarkan Awan Panas Guguran Sejauh 4,5 Kilometer (tangkapan layar via BNPB)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menggandeng Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk kerja sama penyebarluasan informasi aktivitas dan erupsi gunung api.

Kerja sama ini ditandai dengan adanya penandatanganan perjanjian kerja sama yang dilakukan pada hari ini, Senin (12/04/2021) di Auditorium Badan Geologi, Bandung. Dari Kemenkominfo diwakili oleh Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Ahmad M. Ramli dan Badan Geologi diwakili oleh Kepala Badan Geologi Eko Budi Lelono.

Kepala Badan Geologi Eko Budi Lelono mengatakan, melalui kerja sama ini nantinya masyarakat di sekitar wilayah dengan Kawasan Rawan Bencana (KRB) geologi akan menerima SMS Blast pemberitahuan tentang informasi terkini bencana geologi letusan gunung api di wilayahnya.


SMS Blast berfungsi sebagai integrasi antara sistem informasi bencana yang dimiliki oleh Badan Geologi, khususnya Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) ke sistem penyampaian informasi bencana yang dibangun Kemenkominfo.

Dalam sambutannya, Eko mengatakan bahwa sekarang ini tingkat pertumbuhan hunian masyarakat di wilayah Kawasan Rawan Bencana (KRB) geologi semakin tinggi. Hal ini menuntut pemerintah untuk terus melakukan upaya peningkatan mitigasi bencana geologi dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi disamping tetap melakukan sosialisasi dan edukasi ke masyarakat.

"Dengan teknologi yang semakin maju, sehingga ada tuntutan dari masyarakat (di wilayah KRB) untuk bagaimana pemerintah dapat memberikan pelayanan data dan informasi agar masyarakat dapat survive dari bencana," kata Eko, seperti dikutip dari siaran pers Kementerian ESDM, Senin (12/04/2021).

Mengingat kondisi geografi Indonesia, di mana lokasi rawan bencana tersebar dan sebagian masih belum terjangkau oleh jaringan telekomunikasi yang memadai, maka menurutnya masih terdapat kendala dalam penyebaran informasi.

"Program penyebarluasan informasi kebencanaan melalui penyelenggara telekomunikasi dan lembaga penyiaran di Kawasan Rawan Bencana adalah salah satu solusi untuk permasalahan tersebut," tuturnya.

Sementara itu, Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kemenkominfo Ahmad M. Ramli mengatakan, momen peluncuran SMS Blast ini sangat tepat untuk segera diimplementasikan, mengingat saat ini beberapa gunung api menunjukkan aktivitasnya.

Menurutnya, koordinasi telah dilakukan Kemenkominfo sejak Desember 2020 dan saat ini secara teknis telah terhubung dengan sistem SMS operator seluler, di antaranya Telkomsel, Indosat, XL dan Hutchison 3.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Pusat Vulkanonologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Andiani menyebutkan bahwa notifikasi SMS ini merupakan peringatan potensi bencana dan upaya mitigasi paling dini kepada masyarakat di sekitar wilayah KRB.

"Notifikasi ini merupakan salah satu upaya kami dalam memberikan peringatan dini kepada masyarakat yang tinggal di daerah kawasan rawan bencana, sekaligus penguatan kapasitas masyarakat untuk selalu siap siaga dalam menghadapi potensi bencana," ujar Andiani.

Dalam melakukan pengembangan notifikasi informasi kebencanaan geologi ini, PVMBG dan Kemenkominfo telah melakukan beberapa kali koordinasi dan uji coba untuk memastikan sistem notifikasi berjalan lancar. Adapun inisiatif pengembangan sistem ini telah dimulai beberapa tahun lalu.

Melalui kerja sama ini juga nantinya kedua belah pihak dapat bersinergi lebih jauh untuk menyediakan data dan informasi kebencanaan di KRB geologi, meliputi tingkat aktivitas dan erupsi gunung api, rekomendasi kejadian gerakan tanah, serta rekomendasi kejadian gempa bumi dan tsunami.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading