Waspada, Kasus Aktif Covid-19 RI Nyaris 110.000

News - Rahajeng Kusumo, CNBC Indonesia
12 April 2021 09:30
Alat rapid diagnostic test Corona RI-GHA COVID-19 (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia- Kasus aktif Covid-19 masih tercatat lebih dari 100.000 kasus. Hingga Minggu (11/4/2021) menjadi 109.958 orang atau turun 1.179 kasus.

Kasus aktif adalah jumlah orang yang positif dan masih dalam perawatan di Rumah Sakit (RS). Ini juga termasuk di lokasi isolasi mandiri yang telah disiapkan oleh pemerintah


Sementara itu, di hari yang sama, penambahan kasus baru masih terus terjadi sebanyak 4.127 kasus. Ini menjadikan kasus corona RI total mencapai lebih dari 1,5 juta atau tepatnya 1,56 juta kasus.

Sementara itu ada 42.106 spesimen diperiksa dan ada 58.965 suspek. Kabar baiknya, kasus sembuh tercatat bertambah 5.219 menjadi 1,41 juta. Sementara itu kasus meninggal juga terus bertambah 87 kasus menjadi 42.530.

Dari pertambahan tersebut, DKI Jakarta lagi-lagi menjadi provinsi dengan jumlah kasus terbanyak, ada 1.031 kasus. Angka ini meningkat lagi setelah sebelumnya kasus di Jakarta serta provinsi lainnya sempat turun di bawah seribu kasus per hari.

Selain Jakarta, provinsi lain yang juga mencatat kasus tertinggi adalah Jawa Barat. Kasus di Provinsi Jawa barat tercatat bertambah 747 sehingga secara total menjadi 258.578 kasus.

Sebelumnya Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro telah membuat kasus aktif di RI menjadi single digit. Tapi, kasus kematian akibat Covid-19 masih di atas rata-rata dunia.

"Dari penanganan Covid-19 secara PPKM mikro, kasus aktif sudah 7,4% dibanding global 13%. Kasus sembuh sudah di atas global, global 80,5% kita 89,9%. Tinggal kasus kematian yang masih di atas global, global 2,17% dan kita 2,7%," ujar Airlangga.

Airlangga yang juga didapuk sebagai Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) mengatakan pandemi Covid-19 belum selesai dan meminta masyarakat harus berhati-hati serta harus disiplin menjalankan protokol kesehatan. Pasalnya, kata Airlangga di kasus aktif di beberapa negara kawasan di Eropa dan Asia kembali meningkat.

Di Inggris misalnya terjadi penularan gelombang ketiga dan melonjaknya kasus aktif pada bulan Januari lalu. Hal yang sama juga terjadi di Belanda dan Spanyol, juga di negara kawasan Asia seperti India dan Papua Nugini.

Dari pengalaman libur tahun lalu, saat libur panjang nasional kasus aktif selalu meningkat drastis di Indonesia. Oleh karena itu pada Hari Raya Idul Fitri 2021 ini, pemerintah kembali melarang masyarakat untuk mudik lebaran.

"Dari pengalaman tahun lalu, libur panjang Idul Fitri terjadi kenaikan kasus harian 93%, libur pada Agustus meningkat lebih tinggi 119%. Kemudian pada libur Oktober 95%, serta natal dan tahun baru 78%," jelas Airlangga.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading