Biden Disebut Investor AS Lebih Garang Dari Trump Soal China

News - Tommy Sorongan, CNBC Indonesia
10 April 2021 15:28
Infografis/Kebijakan 100 Hari Biden, dari Covid hingga 'Gebuk' China/Aristya Rahadian

Jakarta, CNBC Indonesia - Kebijakan Presiden Petahana Amerika Serikat (AS) Joe Biden terhadap China dinilai lebih keras dibandingkan pendahulunya Presiden Donald Trump. Hal ini telah membawa kekhawatiran baru bagi para investor AS yang berinvestasi dengan perusahaan China.

"Kami yakin Presiden Biden mewakili risiko yang lebih besar bagi perusahaan keuangan di front China daripada Presiden Trump," tulis analis Cowen Washington Research Group, Jaret Seiberg sebagaimana dikutip CNBC International, Sabtu (10/4/2021).

Seiberg mengungkapkan bahwa akan ada beberapa kejadian yang mungkin akan terjadi di masa pemerintahan Biden. Salah satunya adalah delisting perusahaan China dari Bursa AS. Hal ini mengingat peraturan baru yang ditekan mengenai audit para emiten di Bursa AS, dimana hal ini kemungkinan ditolak mentah-mentah oleh perusahaan asal China.


″(Delisting) akan terjadi. Kongres memberlakukan undang-undang tahun lalu, dan kami tidak melihat kemungkinan skenario di mana ia mencabut undang-undang ini, " kata Seiberg.

Selain itu, Seiberg juga mengingatkan resiko pemblokiran investasi AS di Bank China dan resiko perluasan daftar hitam investasi AS untuk memasukkan lebih banyak perusahaan China, terutama perusahaan yang diduga memiliki hubungan dengan militer.

Ketegangan antara kedua negara meningkat di bawah mantan Presiden Donald Trump, awalnya berpusat pada perdagangan dan kemudian meluas ke teknologi dan keuangan.

Pemerintahan Trump ingin mengekang investasi AS di perusahaan dan saham China dengan peraturan baru, tetapi kebijakan tersebut memiliki dampak yang relatif lebih kecil daripada tarif dan sanksi terhadap perusahaan China.

Sejak menjabat pada akhir Januari, Presiden Biden tetap bersikap tegas terhadap China. Pemerintahannya menyebut negara itu, "pesaing" dan pada Kamis (8/4//2021) Washington menambahkan lebih banyak perusahaan teknologi China ke daftar hitam AS, dengan alasan masalah keamanan nasional.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading