Keyakinan Konsumen RI Membaik, Tapi Belum Pede Betul

News - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
09 April 2021 10:14
Pengunjung berbelanja di Matahari Store dikawasan Jakarta, Senin (30/11/2020). PT Matahari Departement Store Tbk (LPPF) menutup 6 gerainya hingga akhir tahun ini. Jumlah gerai perusahaan ritel ini akan berkurang dari 153 toko menjadi 147 toko.  (CNBC Indonesia/ Tri Susilo) Ilustrasi Gerai Ritel (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Keyakinan konsumen Indonesia terus membaik, meski belum memasuki zona optimistis. Hal ini tercermin dari hasil Survei Konsumen yang dilakukan Bank Indonesia (BI).

Pada Maret 2021, BI mengumumkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) berada di 93,4. Meningkat dibandingkan dengan 85,8 dan 84,9 pada Februari dan Januari 2021.

IKK menggunakan angka 100 sebagai titik mula. Kalau masih di bawah 100, maka artinya konsumen cenderung pesimistis memandang perekonomian saat ini hingga enam bulan mendatang.


"Perbaikan keyakinan konsumen pada Maret 2021 didorong oleh membaiknya ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi ke depan dan persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini. Responden menyampaikan bahwa perbaikan ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi ke depan ditopang oleh membaiknya ekspektasi terhadap ketersediaan lapangan kerja, ekspansi kegiatan usaha, dan penghasilan pada 6 bulan yang akan datang," sebut keterangan tertulis BI, Jumat (9/4/2021).

Selain itu, lanjut keterangan BI, persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini terpantau membaik. Ini didorong perbaikan persepsi terhadap ketersediaan lapangan kerja, penghasilan, dan pembelian barang tahan lama.


(aji/aji)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading