Ada PPKM, Konsumen RI Tak Pede Menatap Prospek Ekonomi!

News - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
09 August 2021 12:56
Warga memgantri membeli sembako saat operasi pasar di PD. Pasar Jaya Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Keyakinan konsumen Indonesia jatuh pada Juli 2021. Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) membuat konsumen tidak percaya diri menatap perekonomian.

Bank Indonesia (BI) melaporkan, Survei Konsumen periode Juli 2021 menghasilkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) sebesar 80,2. Turun dibandingkan IKK bulan sebelumnya yaitu 107,4.

IKK menggunakan angka 100 sebagai titik mula. Kalau masih di bawah 100, artinya konsumen pesimistis memandang prospek perekonomian saat ini dan beberapa bulan mendatang.


"Survei Konsumen Bank Indonesia pada Juli 2021 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi tertahan, seiring dengan kebijakan pengetatan mobilitas untuk mengatasi peningkatan penyebaran varian Delta Covid-19. Setelah pada periode April - Juni 2021 berada pada area optimis (>100), Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Juli 2021 tercatat sebesar 80,2, lebih rendah dibandingkan dengan 107,4 pada Juni 2021," sebut keterangan tertulis BI, yang dirilis Senin (9/8/2021).

Tertahannya keyakinan konsumen pada Juli 2021, lanjut keterangan BI, disebabkan konsumen memprakirakan ekspansi kondisi perekonomian pada 6 bulan ke depan masih terbatas, baik dari aspek kegiatan usaha maupun ketersediaan lapangan kerja. Meski demikian, ekspektasi konsumen terhadap penghasilan ke depan tetap terjaga pada area optimis.

Pada saat yang sama, konsumen mempersepsikan kondisi ekonomi saat ini belum sesuai yang diharapkan, ditengarai sejalan dengan penurunan aktivitas ekonomi dan penghasilan masyarakat yang lebih terbatas karena adanya PPKM Level 4 di berbagai wilayah di Indonesia.


(aji/aji)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading