Kabar Baik! Vaksin Sinopharm & CanSino Tiba Minggu ke-4 April

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
08 April 2021 16:20
A box for a COVID-19 immunoglobin treatment is displayed at an exhibit by Chinese pharmaceutical firm Sinopharm at the China International Fair for Trade in Services (CIFTIS) in Beijing, Saturday, Sept. 5, 2020. With the COVID-19 pandemic largely under control, China's capital on Saturday kicked off one of the first large-scale public events since the start of the coronavirus outbreak, as tens of thousands of attendees were expected to visit displays from nearly 2,000 Chinese and foreign companies showcasing their products and services. (AP Photo/Mark Schiefelbein)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah sudah menyiapkan 35 juta dosis vaksin untuk program vaksinasi gotong royong atau mandiri untuk pekerja swasta. Paling cepat vaksin itu datang pada bulan ini yaitu Sinopharm & CanSino.

Direktur Utama PT Biofarma Honesti Basyir mengatakan ada tiga vaksin yang ditentukan untuk mendukung vaksinasi gotong royong yakni Sinopharm China, Sputnik Rusia, juga CanSino China.

"Pertama itu Sinopharm China April ini minggu keempat kita dapat 500 ribu dosis dari April, Juli ada tambahan 7 juta dosis. Lalu Q3-Q4 sekitar 7,5 juta dosis jadi kita sekitar dapat 15 juta dosis," kata Honesti dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi IX DPR RI, Kamis (8/4/2021).


Selain itu vaksin asal Rusia Sputnik juga sudah mendapat komitmen sebanyak 22 juta dosis. Pengiriman pertama akan dilakukan setelah emergency use authorization (EUA) keluar. Berdasarkan rencana BPOM April ini akan segera keluar EUA untuk vaksin Sputnik. Menurut Honesti kemungkinan di minggu keempat April mendapat pengiriman pertama mulai dari 5 juta dosis.

Kemudian ada vaksin dari China CanSino yang penyuntikan hanya dilakukan satu kali saja, tak perlu dua kali.

"Ini hanya butuh satu dosis penyuntikan, kita sudah mendapat agreement 3 juta dosis, Juli sampai September. Lalu tambahan 2 juta dosis di Q4 2021," jelas Honesti.

Sebelumnya vaksinasi gotong royong fokus kepada Sinopharm dan Moderna. Namun, kabar terbaru vaksin Moderna tidak lagi digunakan dalam vaksinasi gotong royong. Anggota DPR Komisi IX Darul Siska juga mempertanyakan kenapa vaksin Moderna tidak lagi masuk dalam list vaksinasi gotong royong.

"Kita masih gamang membuat kebijakan dulu gotong royong ini pakai Sinopharm sama Moderna, tiba tiba Moderna hilang, hari ini muncul Cansino," jelasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading