Internasional

Inggris Batasi Penerima Vaksin AstraZeneca, Ada Apa Lagi?

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
06 April 2021 16:18
Britain's Prime Minister Boris Johnson receives the first dose of the AstraZeneca vaccine administered by nurse and Clinical Pod Lead, Lily Harrington at St. Thomas' Hospital in London, Friday, March 19, 2021. Johnson is one of several politicians across Europe, including French Prime Minister Jean Castex, getting a shot of the AstraZeneca vaccine on Friday. (AP Photo/Frank Augstein, Pool)

Jakarta, CNBC Indonesia -Regulator kesehatan Inggris sedang mempertimbangkan proposal untuk membatasi penggunaan vaksin Oxford-AstraZeneca pada penduduk muda. Ini karena resiko penggumpalan darah yang sebelumnya ditemukan setelah suntikan vaksin Covid-19 itu.

"Dua sumber senior mengatakan kepada program ini bahwa meskipun datanya masih belum jelas, ada argumen yang berkembang untuk membenarkan menawarkan orang yang lebih muda. Paling tidak di bawah usia 30 tahun, vaksin yang berbeda," lapor penyiar Channel 4 News pada Senin (5/4/2021) sebagaimana dikutip Reuters.


Otoritas negeri itu memang menemukan kasus pembekuan darah di 30 orang warga yang divaksin dengan AstraZeneca itu. Tujuh di antaranya meninggal dunia.

"Dari 30 laporan (kasus pembekuan darah usai disuntik vaksin) termasuk 24 Maret, sayangnya tujuh telah meninggal," ujar Medicines and Healthcare Products Regulatory Agency (MHRA) akhir pekan lalu kepada AFP.

Namun MHRA, mengatakan manfaat vaksin dalam pencegahan Covid-19 jauh lebih besar daripada kemungkinan risiko pembekuan darah. "Risiko memiliki jenis pembekuan darah khusus ini sangat kecil," kata badan tersebut.

Sementara itu, Belanda menjadi negara terbaru di Eropa yang menghentikan penyuntikkan vaksin AstraZeneca untuk warga berusia di bawah usia 60 tahun karena khawatir akan kasus pembekuan darah yang langka. Langkah itu dilakukan setelah lima kasus baru di Belanda mempengaruhi wanita berusia 25-65 tahun, yang salah satunya meninggal.

European Medicines Agency (EMA), seperti halnya Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), diharapkan mengumumkan saran terbaru tentang masalah ini pada 7 April. Sebelumnya lembaga itu telah menyatakan vaksin AstraZeneca aman.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading