Ongkos Penanganan Covid-19 tak Cukup dari Cuan Mudik Lebaran!

News - Muhammad Iqbal, CNBC Indonesia
05 April 2021 12:20
Menko PMK Muhadjir Effendy (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Manado, CNBC Indonesia - Indonesia sedang dihadapkan dengan beragam persoalan. Mulai dariĀ pandemi Covid-19 hingga masalah respons kebijakan pemerintah yang menuai kontroversi berbagai kalangan, termasuk masyarakat awam.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan, salah satu kebijakan pemerintah yang belakangan mendapat sejumlah respons dari masyarakat yaitu terkait peniadaan mudik lebaran.

"Organisasi kepemudaan termasuk Pemuda Muhammadiyah harus memanfaatkan momentum masalah yang ada di Indonesia. Misalnya soal larangan mudik," ujarnya saat menutup rangkaian kegiatan Tanwir I Pemuda Muhammadiyah di Manado, Sulawesi Utara, Minggu (4/4/2021).

Muhadjir mengakui, aktivitas mudik mampu mendorong pergerakan orang dari satu daerah ke daerah lain sehingga berujung pada peningkatan daya ekonomi. Namun di samping itu, mudik juga dapat berdampak terhadap semakin meluasnya penyebaran Covid-19.



Oleh karenanya, ungkap mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang tersebut, kebijakan peniadaan mudik yang ditetapkan pemerintah merupakan salah satu bagian dari upaya untuk menekan penyebaran Covid-19.

"Mudik itu memang untungnya menggerakkan orang untuk menggerakkan roda ekonomi. Tapi nanti kalau Covid-19 itu terjadi, biaya penanganan Covid-19 itu tidak akan cukup dari keuntungan ekonomi (mudik)," tegasnya.

Apalagi, lanjut Muhadjir, pemerintah saat ini sedang berpikir keras untuk menekan pengeluaran yang dibutuhkan akibat penanganan Covid-19. Oleh karena itu, sangat diperhitungkan antara perdagangan ekonomi dan risiko penanganan Covid-19.

"Saya juga ingin pemuda Muhammadiyah harus berpikir terbuka, bersinergi, membangun kolaborasi satu sama lain," kata Muhadjir.



[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading