Internasional

Awas 'Eek', Mutasi Corona Baru Ditemukan di Jepang

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
05 April 2021 10:20
People wearing protective masks to help curb the spread of the coronavirus walk along a pedestrian crossing in Tokyo, Wednesday, March 3, 2021. The Japanese capital confirmed more than 310 new coronavirus cases on Wednesday. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Jakarta, CNBC Indonesia - Mutasi baru dari virus corona, varian E484K, ditemukan di Jepang. Melansir Reuters, sekitar 70% pasien Covid-19 di rumah sakit Tokyo membawa mutasi tersebut.

Mutasi yang juga dijuluki "Eek" oleh beberapa ilmuwan Jepang itu, ditemukan pada 10 dari 14 orang yang dites positif di Rumah Sakit Medis Universitas Kedokteran dan Gigi Tokyo pada akhir Maret. Ini membuat total pasien dengan mutasi tersebut selama dua bulan terakhir menjadi 36 orang.


Dilaporkan NHK, tidak ada satupun pasien terinfeksi dilaporkan bepergian ke luar negeri, termasuk Inggris. Mereka semua juga tidak melakukan kontak dengan kasus lain yang mengalami mutasi serupa.

Ini ditakutkan mengurangi efek vaksin corona yang tengah gencar dilakukan pemerintah Negeri Sakura. Per Senin (5/4/2021), Jepang tercatat memiliki 482.867 kasus infeksi, dengan 9.221 kematian, dan 450.624 pasien sembuh.

Kenaikan secara perlahan terjadi beberapa pekan ini di Jepang. Meskipun itu masih jauh di bawah puncak lebih dari 2.500 infeksi pada Januari.

Namun hal ini menimbulkan kekhawatiran apalagi Jepang akan segera melakukan Olimpiade 2021 Juli nanti. Pada Jumat (3/4/2021), terdapat 446 infeksi baru dilaporkan di Tokyo.

Secara global, terdapat tiga varian mutasi utama yang mengkhawatirkan para ilmuwan. Yakni varian Afrika Selatan (20I/501Y.V2 atau B.1.351), lalu  varian Inggris (20I/501Y.V1 atau B.1.1.7) serta varian Brasil (P.1).


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading