Pemda Serang Targetkan Pendataan Ulang 450 Ribu Warganya

News - Yuni Astutik, CNBC Indonesia
01 April 2021 16:44
Program Pendataan Keluarga Tahun 2021 yang dilakukan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), dimulai Kamis (1/4/2021).

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) melaksanakan Program Pendataan Keluarga Tahun 2021 yang dilakukan secara resmi dimulai Kamis (1/4/2020), salah satunya di Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Serang.

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah turun langsung mendampingi tim penggerak desa (TPD) selaku kader pendata saat melakukan pendataan di Kabupaten Serang. Tatu mengajak masyarakat untuk aktif menerima kader pendata dan memberikan informasi yang akurat.

"Pendataan keluarga dilakukan secara nasional dan akan mencatat informasi keluarga sebagai acuan perencanaan pembangunan," kata Tatu mengutip keterangan tertulis Pemkab Serang di Jakarta, Kamis (1/4/2021).


Tatu memberikan semangat kepada kader pendata yang turun ke lapangan. Dia berpesan agar dalam proses pendataan melaksanakan protokol kesehatan. "Pandemi belum selesai, kita juga harus sama-sama mengingatkan agar tetap menjalankan proses pencegahan Covid-19," ujarnya.

Tatu meminta organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah kecamatan, dan pemerintah desa turut menyukseskan program ini. "Program ini harus dijadikan momentum bagi kita semua untuk memperbaiki data. Terutama data tentang keluarga, yang bisa memotret kondisi stunting, hingga program keluarga berencana," katanya.

Diketahui, program pendataan keluarga 2021 dilakukan mulai 1 April hingga 31 Mei 2021. Kegiatan ini bagian dari Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).

Kepala Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Kabupaten Serang, Tarkul Wasyit mengungkapkan, pendataan ini menargetkan 450 ribu keluarga dan melibatkan kader pendata. Diantaranya adalah TPD, pos KB, kader posyandu, dan unsur masyarakat lain.

"Terdiri atas 2.874 kader pendata, 326 supervisor, 29 manajer pengelola data, dan 29 manajer data. Semua akan melakukan proses pendataan sesuai tugasnya masing-masing," ungkapnya.

Pendataan keluarga tahun 2021, kata Tarkul, diharapkan menghasilkan data yang akurat, valid, relevan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Proses dilakukan mulai dari pengumpulan, pengolahan, penyajian, penyimpanan, serta pemanfatan data kependudukan.

"Ini adalah program nasional yang harus disukseskan oleh seluruh warga negara," pungkasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Jokowi Kabulkan Permintaan Petugas Lembaga Ini Jadi PNS


(yun/yun)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading