Dikritik Arsitek, Pembuat Istana Garuda Jokowi Komentar Gini!

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
01 April 2021 17:05
Disain ISTANA NEGARA, di IKN (IBUKOTA NEGARA ) (Instagram/@nyoman_nuarta)

Jakarta, CNBC Indonesia - Seniman, Nyoman Nuarta angkat bicara terkait pembuatan desain "Garuda" Istana Presiden di Ibu Kota baru, Kalimantan Timur. Hal ini setelah rancangannya menuai kritik dari berbagai asosiasi arsitek di Indonesia. Klik di sini.

Dia menceritakan asal mula bentuk burung Garuda Istana Negara memenangkan sayembara Istana di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Negara.

Sampai pada akhirnya dinyatakan sebagai pemenang pada 29 Maret 2021 lalu. Dan mulai ramai diperbincangkan oleh banyak mata, baik masyarakat, pengamat, juga para ahli arsitek yang tergabung dalam asosiasi.


Bermula dari, Kamis, 27 Februari 2020, Nyoman mendapatkan undangan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), untuk menghadiri rapat koordinasi sayembara Istana di KIPP Ibu Kota Negara. Undangan ditandatangani Direktur Bina Penataan Bangunan Kementerian PUPR Diana Kusumastuti.

Dalam lampiran surat tertanggal 25 Februari 2020 itu, disebutkan nama-nama pejabat dan ahli yang diundang di antaranya Ketua Satgas Perencanaan Pembangunan Infrastruktur IKN, Ketua Bidang Penataan Kawasan, Gregorius Antar Awal (IAI), Gregorius Supie Yolodi (IAI), Isandra Matin Ahmad (IAI), Sibarani Sofian (MUDO), Nyoman Nuarta, Pierre Natigor Pohan, Grace Christiani, Dian Ratih N Yunianti, M Iqbal Tawakal dan Achmad Reinaldi Nugroh.

Pertemuan itu diadakan di Ruang Rapat Satgas PPI-IKN Gedung Utama Kementerian PUPR Lantai 1, Jalan Pattimura No. 20 Kebayoran Baru, Jakarta Pusat.

Pada saat itu dipresentasikan tentang rencana sayembara terbatas dengan mengundang arsitek/ahli untuk membahas konsep gagasan desain bangunan gedung khusus di Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur.

Kala itu para ahli yang diundang dan hadir adalah: Andra Matin, Supie Yolodi, Yori Antar, Nyoman Nuarta, dan Sibarani Sofian, jelas Nyoman. Kelima arsitek dan ahli diminta secara khusus untuk menyampaikan visualisasi konsep gagasan desain bangunan berupa sketsa desain, yang mampu menggambarkan visi dan kriteria bangunan gedung khusus di IKN.

Gedung - gedung yang disayembarakan totalnya 12, antara lain Istana Presiden, Istana Wakil Presiden, Komplek DPR/MPR/DPD, Mahkamah Agung, Kementerian/Lembaga, Masjid, Gereja Katolik dan Protestan, Pura, Wihara, dan Kelenteng.

"Kami hanya diberi waktu 12 hari untuk mewujudkan konsep gagasan desain dalam bentuk visual, dan harus membuat sekaligus 12 konsep desain," kata Nyoman dalam pernyataan, Kamis (1/4/2021).

Nyoman berhasil membuat 12 konsep desain itu. Tepatnya pada tanggal 5 Maret 2020, Seniman asal Bali ini mengirimkan desain - desain gedung khusus IKN ke Kementerian PUPR di Jakarta.

Kementerian PUPR kemudian meminta kelima arsitek dan ahli untuk mempresentasikan konsep desain gedung khusus IKN pada 10 Maret 2020. Tapi tidak semua arsitek dan ahli yang diundang hadir.

"Ada yang diwakilkan oleh tim mereka. Kami presentasi di depan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono secara bergantian," jelas Nyoman.

Nyoman menjelaskan menurut prosedur hasil dari presentasi konsep gagasan desain gedung di wilayah IKN akan dilaporkan kepada Presiden Joko Widodo.

Kenapa Garuda?

Nyoman teringat akan lambing negara yang diresmikan pada Sidang Kabinet Republik Indonesia Serikat (RIS) oleh Presiden Soekarno, 11 Februari 1950. Simbol Garuda tidak hanya dikenal dengan burung mitologis, tapi menjelma sebagai pemersatu bangsa.

"Sekarang kalau menyebut nama burung Garuda maka itulah Indonesia," jelas Nyoman.

Lambang Garuda akan menjadi simbol pemersatu bangsa. Dimana ditegaskan dalam tulisan yang berada di kaki burung mitologi itu 'Bhineka Tunggal Ika'. Menurut Nyoman simbol persatuan yang dilekatkan pada Garuda akan ditansformasikan dalam bentuk pola arsitek gedung istana ini.

Dijelaskan, sosok burung Garuda yang menjadi inti dari arsitektur Istana Negara akan mengikuti pola-pola sebagaimana telah ditetapkan oleh para founding fathers kita di masa lalu. Sayap Garuda akan membentang sejauh 200 meter dengan tinggi mencapai 76 meter. Bulu-bulu pada masing-masing sayap Garuda akan berjumlah 17 helai, 8 helai pada bagian ekor, 19 helai pada pangkal ekor, serta 45 helai bulu pada bagian leher.

Pada bagian-bagian lain dari Istana Negara akan diisi dengan museum dan Galeri. Bahkan dirancang pula pameran-pameran untuk memperlihatkan karya- karya dari UMKM


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading