Internasional

Ramai-ramai Biden & 13 Negara 'Keroyok' WHO, Ada Apa?

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
31 March 2021 08:05
WHO

Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) menandatangani pernyataan yang mengkritik laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Selasa (30/3/2021). Ini terkait asal-usul Covid-19 yang baru saja dirilis organisasi PBB tersebut.

Selain AS, hal ini juga dilakukan 13 negara lain, yakni Australia, Kanada, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Israel, Jepang, Latvia, Lituania, Norwegia, Korea Selatan (Korsel), Slovenia, dan Inggris. Mereka meminta laporan WHO itu ditunda.


Laporan tersebut dinilai tidak memiliki akses ke data dan sampel yang lengkap dan asli. Apalagi sedikit sekali akses bagi negara-negara Barat untuk terjun langsung melakukan kajian ke Wuhan, China, tempat virus pertama menyebar.

"Dalam wabah serius yang tidak diketahui, dengan potensi pandemi, evaluasi yang cepat, independen, dipimpin oleh ahli, dan tanpa hambatan soal asal-usul sangat penting. (Ini) untuk lebih mempersiapkan orang-orang kita, lembaga kesehatan masyarakat kita, industri kita, dan pemerintah untuk merespons dengan baik seperti apa wabah itu dan mencegah pandemi di masa depan," kata pernyataan bersama negara-negara itu, dikutip dari AFP, Rabu (31/3/2021).

"Ke depan, sekarang harus ada komitmen baru oleh WHO dan semua negara anggota untuk akses, transparansi, dan ketepatan waktu."

Sementara itu, Sekretaris Pers Pemerintahan Presiden AS, Joe Biden Jen Psaki mengatakan temuan WHO memberi gambaran parsial dan tidak lengkap. Laporan, kata dia, kekurangan data, informasi dan akses penting.

Pemerintah AS mendesak proses pencarian asal usul Covid-19 harus dipimpin pakar internasional dan independen. Washington juga mengecam kurangnya transparansi Beijing.

"Mereka seharusnya memiliki akses data yang tidak terbatas," tambahnya.

"Mereka (China) belum transparan. Mereka belum memberikan data pokok. Itu tentu tidak termasuk kerja sama."

Sebelumnya, WHO masih menyatakan gagal dalam mengidentifikasi asal-usul virus yang telah melumpuhkan dunia selama setahun itu. Namun beberapa menilai, besar kemungkinan virus berasal dari hewan.

"Kami belum menemukan sumber virus, dan kami harus terus mengikuti ilmu pengetahuan dan tidak melewatkan kebutuhan bisnis seperti yang kami lakukan," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ahli: China & WHO Bertanggung Jawab Atas Mewabahnya Corona


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading