Mudik Lebaran Dilarang, Banyakan Untung Apa Ruginya?

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
30 March 2021 17:50
Calon penumpang menunggu bus di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Timur, Kamis, 30/7. Pemerintah tidak melarang mudik pada periode hari raya Idul Adha tahun ini. Terminal Kampung Rambutan pun mulai dipadati warga yang akan pulang ke kampung. Momen mudik Idul Adha 2020 berlangsung setelah pemerintah menghapus kewajiban melampirkan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM). Kendati begitu, penyedia jasa bus AKAP tetap tak mau gegabah dan tetap memprioritaskan kesehatan. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan sejumlah antisipasi menjelang Hari Raya Idul Adha 1441 H. Antisipasi dilakukan mengingat perayaan Hari Raya Idul Adha jatuh pada Jumat (31/7/2020), yang berarti akan ada libur panjang akhir pekan (long weekend). (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perindustrian, Johnny Darmawan memandang, adanya pelarangan mudik dari pemerintah akan membawa dampak positif dan negatif kepada kalangan pengusaha.

Johnny menilai langkah pemerintah untuk membatasi mobilitas masyarakat pada saat Hari Raya Idul Fitri 2021 sudah tepat. Pasalnya berkaca dari pengalaman sebelumnya, di mana setiap ada hari raya libur nasional, penularan Covid-19 langsung melonjak.

Adanya pelarangan mudik lebaran ini, kata Johnny mendorong ekonomi bisa pulih dengan cepat. Di samping itu, tidak adanya masyarakat yang mudik kemungkinan produktivitas di beberapa sektor industri akan meningkat.


"Sudah pasti ini (pelarangan mudik) akan meng-create bisnis dan produktivitas akan meningkat. Jadi dia (karyawan) gak pulang kampung [...] dengan adanya ini, mungkin menurut saya akan meningkatkan produktivitas," jelas Johnny kepada CNBC Indonesia, Selasa (30/3/2021).

"Saya kira purchasing manufacturing index akan meningkat, mungkin. Karena pabrik akan bergerak karena mereka (karyawannya) gak akan libur,"ujarnya lagi.

Pemberian tunjangan hari raya (THR) dari para pemberi kerja kepada karyawannya, menurut Johnny juga akan meningkatkan permintaan dan mendorong konsumsi.

Sehingga, Johnny memandang, keuntungan dari larangan mudik ini yaitu angka penularan covid bisa ditekan atau berkurang, produksi akan meningkat, dan demand akan meningkat.

Sementara dari sisi kerugiannya, adanya pelarangan mudik menyebabkan sektor pariwisata dan transportasi anjlok. Selain itu, penyebaran uang di daerah itu akan berkurang. Karena masyarakat yang biasanya pulang ke kampung halaman akan mengajak keluarganya untuk bertamasya dan berbelanja.

"Karena mereka (yang pulang kampung) biasanya di daerah jalan-jalan. Dan yang saya takutkan pariwisata juga akan dijaga. Ini yang harus dipikirkan pemerintah agar mereka (masyarakat) punya aktivitas spending beli," tuturnya.

"Kedua, bisa dengan mempromosikan transfer uang kepada keluarganya di kampung halaman, agar terjadi penyebaran spending. Sehingga penyebaran uang di daerah juga akan terjadi," jelas Johnny.

Pemerintah telah melarang mudik lebaran 2021 pada 6-17 Mei mendatang dengan mempertimbangkan risiko penularan Covid-19. Kebijakan melarang mudik lebaran ini diambil sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada para menteri pada 23 Maret 2021.


[Gambas:Video CNBC]

(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading