Kebakaran Kilang, Ini Instruksi Kepala BPH Migas ke Pertamina

News - Yuni Astutik, CNBC Indonesia
29 March 2021 18:35
Dok: BPH Migas

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan ketersediaan dan penyaluran BBM khususnya di wilayah Ibu Kota dan sekitarnya tetap berjalan normal tidak ada gangguan pasca kebakaran kilang Pertamina di Balongan, Indramayu, Jawa Barat.

Kepala BPH Migas, M. Fansurullah Asa menginstruksikan Pertamina untuk tetap menjamin ketersediaan dan kelancaran distribusi BBM untuk wilayah Ibukota dan sekitarnya. Dia juga mengatakan BPH Migas bersama Pertamina telah melakukan mitigasi agar suplai BBM berjalan normal.

Koordinasi dengan Pertamina tersebut utamanya untuk melaksanakan Pola Regular-Alternative-Emergency (RAE) khususnya bagi Fuel Terminal/TBBM yang terdampak untuk menjamin ketersediaan dan kelancaran pendistribusian BBM. Diharapkan Pertamina bisa memastikan Coverage Days (CD) untuk masing-masing produk diatas 11 hari.


"Pasokan BBM di Jakarta Raya aman, karena Pertamina memiliki skenario pola RAE yang mana mengalihkan suplai BBM dari RU IV Cilacap melalui TBBM Bandung Raya (TBBM Ujung Berung/Padalarang) maupun dari TBBM Tanjung Gerem," katanya di Jakarta, Senin (29/3/2021).

Dia mengimbau masyarakat tidak perlu panik atau melakukan penimbunan BBM karena BBM tetap tersedia dan terdistribusi dengan baik dan tidak ada kendala. Dia juga menjelaskan bahwa ketersediaan dan pendistribusian BBM yang merupakan komoditas vital masyarakat tidak boleh terkendala dengan insiden kebakaran tersebut.

BPH Migas akan tetap melakukan pengawasan terhadap ketersediaan dan kelancaran pendistribusian BBM bahkan menjelang Bulan Puasa dan Lebaran nanti. Untuk itu masyarakat tidak perlu khawatir atau panik karena stock BBM cukup dan pelayanan Pertamina tetap normal.

Direktur Logistik, Supply Chain, dan Infrastruktur Pertamina, Mulyono merinci secara nasional stok BBM maupun avtur masih aman. Stok gasoline (bensin) secara nasional masih di angka 10,5 juta barel atau cukup untuk 27-28 hari. Sedangkan untuk solar masih ada stok 8,8 juta barel atau bertahan hingga 20 hari ke depan.

"Stok nasional BBM, kami sampaikan kondisi stok nasional sangat aman. Jadi masyarakat tidak perlu panik, stoknya berlebih," ujar Mulyono.

Sedangkan untuk avtur, kata Mulyono masih ada stok 3,2 juta barel atau cukup untuk 74 hari. "Jadi kami memastikan bahwa tidak ada kelangkaan BBM maupun Avtur. Semua stok aman," tambah Mulyono.

Sebagai informasi, kilang Minyak/Refinery Unit (RU) VI Balongan memiliki peran strategis dan vital dalam menjaga kestabilan pasokan BBM yang akan disalurkan ke pusat bisnis dan Pemerintahan Indonesia khususnya di DKI Jakarta, sebagian Banten, dan sebagian Jawa Barat.

RU VI Balongan mengolah minyak mentah (crude oil) menjadi produk BBM, Non BBM dan Petrokimia dengan kapasitas sebesar 125 MBSD. Produk BBM yang dihasilkan, mensuplai kebutuhan BBM di Jakarta Raya melalui Terminal BBM (TBBM) Balongan, TBBM Cikampek dan TBBM Jakarta Group (TBBM Plumpang dan TBBM Tanjung Priuk) yang terhubung dengan fasilitas onshore pipe 16 inch, ±228 km.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ekonomi Bangkit, Kebutuhan BBM Bakal Melonjak 13% di 2021


(yun/yun)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading