China Bakal Tutup PLTU di 2050, Nasib Batu Bara RI Gimana?

News - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
24 March 2021 19:05
Pekerja melakukan bongkar muat batu bara di Terminal Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (23/2/2021). Pemerintah telah mengeluarkan peraturan turunan dari Undang-Undang No. 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Adapun salah satunya Peraturan Pemerintah yang diterbitkan yaitu Peraturan Pemerintah No.25 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral.  (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - China sebagai pasar utama batu bara Indonesia berencana akan menutup semua Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) pada 2050 mendatang sebagai langkah menuju energi hijau guna berkontribusi untuk memerangi dampak perubahan iklim.

Hal tersebut tentunya akan berdampak pada industri batu bara Indonesia karena mayoritas batu bara RI saat ini diekspor ke China. Lantas, bagaimana pelaku usaha batu bara nasional menyikapi hal ini?

Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Arviyan Arifin mengatakan, kini memang saatnya industri batu bara melakukan hilirisasi batu bara dan memikirkan bisnis lain di luar komoditas mentah batu bara, bahkan mempertimbangkan energi hijau.


"Khusus PTBA, batu bara sudah sunset. Kebijakan China di 2050 sudah nggak ada PLTU. Ini bukan waktu yang lama, dia sudah stop pembangunan PLTU, dan bank di China nggak boleh bangun PLTU. Kalau beralih 2020 ke green energy, produknya kan kompetitif dan akan kalah kalau kita nggak beralih ke sana," tuturnya dalam "Mining Forum: Prospek Industri Minerba 2021 CNBC Indonesia", Rabu (24/03/2021).

Dia mengakui, Indonesia kini dilematis menggunakan batu bara sebagai sumber energi pembangkit listrik. Pasalnya, di satu sisi batu bara merupakan sumber energi dengan biaya paling murah, namun di sisi lain terikat Perjanjian Paris yang harus beralih ke energi hijau.

"Kita dilematis karena PLTU paling murah. Kita terikat di Paris Agreement misalnya, pemerintah punya komitmen. PLN punya rencana mereka nggak membangun PLTU baru, mereka beralih ke green energy," ujarnya.

Untuk itu, dari sisi PTBA, menurutnya perusahaan akan mengarah pada "beyond coal".


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading