PDB RI di Kuartal I-2021 Masih Bakal Minus, Kapan Positifnya?

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
23 March 2021 20:52
Suasana gedung bertingkat di Jakarta, Selasa (27/8/2019). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sejak tahun lalu, pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami kontraksi. Bahkan terbaru, pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2021 akan mengalami kontraksi atau -0,1%.

Lalu, kapan laju pertumbuhan ekonomi Indonesia akan kembali positif?

Seperti diketahui, karena pandemi Covid-19, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 sejak kuartal I sudah anjlok dari level umumnya pertumbuhan ekonomi Indonesia yang biasanya pada kisaran 5%.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada kuartal I-2020 tumbuh positif 2,97%, yang kemudian terus menurun drastis pada kuartal II-2020 dengan kontraksi atau -5,32%.

Kemudian pertumbuhan ekonomi Indonesia di pada kuartal IV tahun 2020 mengalami kontraksi 0,42%. Angka tersebut membaik jika dibandingkan Kuartal III-2020 yang sebesar kuartal III -3,49%.

Kepala Ekonom BCA David Sumual mengatakan sejak kuartal IV-2020 sampai saat ini, pertumbuhan ekonomi memang akan cenderung flat atau datar. Karena ada pengaruh dari liburan akhir tahun yang membuat mobilitas masyarakat meningkat.

David pun mengamini proyeksi pemerintah yang mengatakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2021 masih mengalami kontraksi.

"Januari-Februari 2021 dan Maret meningkat lagi, kalau dibandingkan dengan kuartal IV tahun lalu. Jadi wajar kalau di kuartal I-2021 masih rendah atau negatif," ujar David kepada CNBC Indonesia, Selasa (23/2/2021).

"Baru kelihatannya di kuartal II-2021 akan lebih baik. Kuartal II itu mungkin kita (pertumbuhan ekonomi Indonesia) positif, lebih baik dibandingkan tahun lalu yang mengalami -5,32%," lanjutnya,

Dengan adanya berbagai stimulus relaksasi pembebasan PPN untuk pembelian rumah tapak atau rumah susun dan pembebasan PPnBM untuk mobil di bawah 1.500 cc, kata David, sebagai penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia di Kuartal I-2021 kontraksinya tidak terlalu dalam.



Selain itu juga, dia berharap pembebasan PPN properti dan PPnBM untuk mobil di bawah 1500 cc, diharapkan bisa mengerek pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2021.

Direktur Riset CORE Indonesia, Piter Abdullah menjelaskan, pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2021 masih negatif. Ini karena pandemi yang sempat meningkat pada awal tahun memaksa pemerintah untuk mengetatkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

"Terbatasnya aktivitas sosial ekonomi jelas mengerem laju pemulihan ekonomi," ujar Piter kepada CNBC Indonesia.

Penyebab lain pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2021 masih negatif, karena basis perhitungan pertumbuhan ekonomi masih mengacu pada pertumbuhan ekonomi kuartal I-2020.

"Karena basis hitungnya tinggi, maka meskipun pada kuartal I (2021) sudah ada perbaikan, tapi tetap masih lebih rendah dibandingkan kuartal I-2020. Dengan demikian pertumbuhan ekonomi menjadi negatif," kata Piter.

Pada kuartal II-2021, dia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi akan positif pada kisaran 0,5% sampai dengan 1,5%. Lebih optimistis, David memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2021 pada kisaran 5%.

Sementara pemerintah justru memasang target pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2021 bisa mencapai 7%.

"Kuartal II-2021 akan menjadi perbaikan yang signifikan bisa di atas 7%," ungkap Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu dalam konferensi pers APBN KiTa, Selasa (23/3/2021)



[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Sri Mulyani 'Ramal' PDB Indonesia Tumbuh 4,5%-5,3% di 2021


(miq/miq)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading