Tak Cuma Nikel, Produk Tambang Ini Bisa Dukung Mobil Listrik

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
23 March 2021 17:06
Pertambangan bauksit PT Aneka Tambang (Antam)‎ (Persero) di Tayan Hilir, Kalimantan Barat (Kalbar), (CNBC Indonesia/Muhammad Choirul Anwar)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia dianugerahi cadangan mineral berupa nikel yang menjadi bahan baku pembuatan baterai lithium untuk kendaraan listrik. Tidak hanya nikel, ada komoditas mineral lain yang dimiliki Indonesia juga bisa mendukung mobil listrik.

Deputi Investasi dan Pertambangan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Septian Hario Seto mengatakan, tembaga juga menjadi komoditas yang permintaannya akan meningkat seperti nikel. Menurutnya, kebutuhan tembaga untuk mobil listrik bisa mencapai empat sampai lima kali lipat dibandingkan mobil biasa.

"Kalau mobil biasa 20 ton (tembaga) setiap satu mobilnya, untuk mobil listrik itu bisa sampai 80 sampai 100 ton," tuturnya.


Belum lagi kebutuhan tembaga untuk komponen stasiun pengisian daya (charging station) yang membutuhkan kabel dan lainnya. Dengan demikian, diperkirakan permintaan tembaga ini juga akan meningkat cukup signifikan.

"Apalagi kalau kita kemudian nanti komponen charging station butuh wiring (kabel) segala macamnya, akan lebih besar," ujarnya.

Komoditas mineral lain yang juga menjadi primadona di masa depan adalah bauksit. Bauksit menurutnya juga akan dimanfaatkan untuk campuran pembuatan kerangka mobil listrik.

Bauksit ini akan diproses menjadi aluminium untuk membuat kerangka mobil listrik menjadi lebih ringan. Namun kekuatannya menurutnya juga tidak kalah dibandingkan dengan mineral lainnya. Dengan beban lebih ringan dan kapasitas baterai yang sama, maka mobil listrik ini menurutnya bisa melaju lebih jauh.

"Tembaga kita tahu sumber cadangan ada di Freeport, kemudian ada di Amman Mineral, ada kemudian di Banyuwangi yang Tumpang Pitu, kita lihat yang sedang dilakukan eksplorasi saat ini juga ada di Sumbawa," tuturnya.

Indonesia memiliki cadangan besar di tiga komoditas mineral unggulan ini, dan relatif tinggi terhadap cadangan dunia. Maka dari itu, imbuhnya, dengan melakukan eksplorasi lebih lanjut, maka ini akan memperkuat posisi cadangan tiga komoditas unggulan tersebut.

"Eksplorasi lebih lanjut untuk meningkatkan cadangan ini, memperkuat posisi tidak hanya ketahanan energi kita tapi juga ketahanan ekonomi Indonesia ke depannya," tegasnya.

Berdasarkan data Badan Geologi status Juli 2020, sumber daya nikel Indonesia mencapai 11,9 miliar ton dan cadangan 4,35 miliar ton, sumber daya tembaga 14,8 miliar ton dan cadangannya 2,6 miliar ton, serta sumber daya bauksit mencapai 5,1 miliar ton dan cadangannya 2,8 miliar ton.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading