Pabrik Baja 'Tersiram' Cuan Kena Efek Pajak 0% Mobil Baru

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
19 March 2021 17:32
Direktur Utama  PT Krakatau Steel Tbk (KRAS), Silmy Karim  (CNBC Indonesia/Anastasia Arvirianty)

Jakarta, CNBC Indonesia - Industri baja sudah ambil ancang-ancang untuk meningkatkan produksinya pada tahun ini. Khususnya dari naiknya permintaan dari sektor otomotif.

Ketua Indonesia Iron and Steel Industry Association (IISA) Silmy Karim, menyambut baik dengan adanya relaksasi pajak PPnBM untuk sektor otomotif. Imbasnya bagi industri baja yang mulai merasakan peningkatan permintaan baja otomotif.

"Kita melihatnya dari proyeksi otomotif tahun ini akan produksi 1 juta unit. Kita menyambut positif adanya perbaikan demand di tahun 2021," jelas Silmy kepada CNBC Indonesia.


Silmy yang juga menjabat sebagai Direktur Utama PT Krakatau Steel Indonesia Tbk, mengatakan dari perusahaannya sudah menyiapkan produksi 200 ribu ton untuk produksi baja ke pasar pabrikan mobil.

Dia menjelaskan di akhir kuartal III tahun ini, utilisasi pabrikan baja sudah normal seperti sebelum pandemi Covid - 19. Bahkan lebih tinggi 10% dari level sebelum pandemi.

Memang perusahaan BUMN produksi baja ini sedang kebanjiran order. Pada Januari - Februari, Krakatau Steel mengalami peningkatan penjualan menjadi 311.758 ton dibandingkan periode sama di 2020 sebanyak 290.645 ton.

Total volume penjualan baja Hot Rolled Coil (HRC) dan Cold Rolled Coil (CRC) sebesar 1,6 juta ton di 2020, porsi ekspor 12% atau 128 ribu ton.

Tahun ini diperkirakan akan terjadi peningkatan volume penjualan HRC dan CRC hingga 2.040.000 ton dengan target ekspor sebesar 155.000 ton, meningkat 17,20% dibandingkan tahun lalu.

Perusahaan juga tengah melakukan negosiasi untuk pengiriman ekspor berikutnya ke Eropa 2021. Termasuk menjajaki pasar ekspor baru ke India di Semester II tahun 2021

"Semoga ke depan akan lebih banyak dan lebih luas lagi ekspor baja yang dapat kami lakukan sehingga Krakatau Steel mampu meningkatkan volume penjualannya dengan lebih baik lagi," kata Silmy (10/3/2021).


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Industri Baja RI di Ambang Bahaya Lagi, Kenapa?


(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading