Lepas Ekspor, Zulhas Mimpi Baja RI Kuasa Pasar Luar Negeri

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
26 July 2022 12:23
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan melepas ekspor baja struktur dan plat baja ke Selandia baru milik PT Gunung Raja Paksi Tbk, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat Selasa (26/7/2022). (CNBC Indonesia/ Emir Yanwardhana) Foto: Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan melepas ekspor baja struktur dan plat baja ke Selandia baru milik PT Gunung Raja Paksi Tbk, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat Selasa (26/7/2022). (CNBC Indonesia/ Emir Yanwardhana)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan melepas ekspor baja struktur dan plat baja ke Selandia baru milik PT Gunung Raja Paksi Tbk, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat Selasa (26/7/2022). Zulhas berambisi mau membanjiri pasar luar negeri dengan baja asal Indonesia.

Dalam sambutannya, dia menegaskan mau memperkuat ekspor baja RI dengan cara memperbanyak perjanjian dagang atau comprehensive economic partnership agreement (CEPA) baik dengan negara Asean, Korea Selatan, hingga Jepang. Terbaru Kementerian Perdagangan (Kemendag) juga sudah menyelesaikan perjanjian dagang dengan Uni Emirat Arab (UEA).

"Puluhan tahun kita banjiri produk impor maka tren ke depan kita harus balik, produk kita mulai banjiri pasar luar negeri agar mudah kita bangun toll way supaya eksportir mudah dengan perjanjian dagang" kata Zulhas dalam sambutannya.

Zulhas juga menerangkan Indonesia merupakan eksportir baja terbesar ke 10 di dunia dengan pangsa pasar 3,37%. Adapun nilai ekspor besi dan baja Indonesia periode Januari-Mei 2022 mencapai US$ 12 miliar, naik 82% dari periode sama tahun lalu pada 2020.

Dia juga menyinggung untuk melindungi pelaku industri baja dari kegiatan ilegal, seperti impor ilegal.

Presiden Direktur PT GRP Abednedju Giovano Warani Sangkaeng, menjelaskan mau berkomitmen bersama pemerintah untuk menggenjot ekspor produk baja. Sehingga dari rencana perusahaannya akan memperbesar volume ekspor produk baja. Target perusahaan untuk pencapaian ekspor di 2022 sebesar 20%, lebih tinggi dari tahun lalu yang hanya 5%.

"Pada 2021 lalu baja kami hasilkan 95% untuk pasar domestik hanya 5% untuk ekspor. Tahun ini target perusahaan porsi ekspor naik jadi 20% dengan estimasi angka US$ 70 juta. Dalam hal ini produk ekspor di negara Australia, New Zealand. Kanada dan AS," katanya.

Total ekspor produk baja yang dilakukan pada hari ini sebanyak 3.800 metric ton, dengan nilai US$ 4 juta atau setara Rp 59,91 miliar (Rp 14.977/US$).

Rencananya produk baja ini akan digunakan pada proyek rumah sakit Dunedin, pembangunan University of Auckland, Bandara Auckland, Gedung Spark, Woolworths, IKEA, Bowen, Pusat Perbelanjaan Westfield, dan beberapa gedung lainnya.

Juga fasilitas umum lainnya seperti gedung arsip pemerintah, jembatan Wimakarrier di Christchurch, arena olahraga Christchurch, sejumlah rumah sakit di beberapa tempat dan stadion Christchurch.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Batu Bara, CPO, Besi-Baja, Indonesia Berterima Kasih!


(dce)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading